LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin (12/10/2026) malam. Letusan itu melontarkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terjadi pukul 18.35 WIB.
Petugas pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu vulkanik bergerak ke arah barat daya.
“Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” demikian laporan pengamatan Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar.
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi tersebut dan menjauhi kawasan rawan bencana untuk mengurangi risiko terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait