Khofifah menjelaskan bahwa, persentase industri manufaktur di Jatim telah mencapai lebih dari 30 persen. Untuk menjawab kebutuhan tersebut dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut.
Rumah vokasi, kata dia, harus direvitalisasi agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri dengan penyesuaian kurikulum pada pendidikan dan pelatihan vokasi. "Termasuk dengan memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan vokasi khusus seperti di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," katanya.
Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa, rumah vokasi adalah bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk menurunkan angka pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Gresik.
"Kami ingin memberikan mental yang kuat pada lulusan SMK ketika masuk sebuah industri baru 3 bulan enggak kuat keluar lagi karena keterbatasan skill atau kemampuan dan kapasitas," katanya.
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyebut, akan ada penyesuaian kurikulum pada pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. "Supaya ada harmonisasi kurikulum hingga betul-betul nanti lulusan dari SMK sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri," kata Adik.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait