Sementara itu Mall Director Matos Fifi Trisjanti mengemukakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang kian masif. Makanya pihak manajemen Matos memutuskan untuk menutup gerai dan tenant non-kebutuhan pangan dan medis. Meski diakuinya, penutupan mal ini berimbas juga besar bagi sektor pendapatan para karyawan dan gerai - gerai yang ada di dalam mal itu sendiri.
"Jadi ini PPKM (darurat), ya mau nggak mau, kita harus nurut. Saya tidak mungkin, pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang tidak bijak. Jadi ini memang yang terbaik, kalau kita nggak PPKM ya bakal nggak karuan. Malah kita akan tambah sengsara," tegasnya.
Dia meminta seluruh masyarakat untuk kompak semua dalam 17 hari ke depan selama PPKM darurat diberlakukan. Setelah selesai dan kasusnya menurun baru berbicara mengenai kebangkitan ekonomi lagi perlahan-lahan.
"Saya cuman imbau ayo kita kompak nurut. Gitu aja. Supaya ini selesai, semua manut (mengikuti), perekonomian akan bangkit lagi. Kalau nggak nurut, PPKM lebih lama lagi, lebih hancur lagi. Lebih baik lagi manut, dua minggu manut. Kita support pemerintah," tegasnya.
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait