"Fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun, terutama saat cuaca ekstrem. Angin kencang memicu pengadukan massa air dari dasar ke atas," kata Wahid.
Pihak dinas memperkirakan kondisi ini masih berpotensi terjadi selama cuaca di wilayah Pasuruan belum membaik dan angin kencang masih bertiup di sekitar area danau.
Para petambak diimbau untuk segera memanen ikan yang masih sehat lebih awal guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait