LUMAJANG, iNews.id - Peralatan pemantauan Gunung Semeru dilaporkan hilang akibat pencurian. Insiden ini terjadi di Stasiun Pemantauan Kopirejo dan berdampak serius terhadap sistem pengawasan aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Badan Geologi melalui akun resminya. Sejumlah perangkat vital yang berfungsi sebagai sumber daya utama sistem pemantauan dilaporkan raib.
"Badan Geologi, Kementerian ESDM melalui Pos PGA Semeru telah melaporkan pencurian ini kepada pihak berwajib dan telah dilakukan olah TKP untuk selanjutnya akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tulis akun @badangeologi dikutip Sabtu (25/4/2026).
Adapun peralatan yang hilang meliputi 12 unit panel surya, 2 unit regulator panel surya, 12 unit aki (accu), satu unit penangkal petir, satu set kabel grounding, satu unit stick grounding, satu unit power supply DC to DC, serta satu set kabel.
Seluruh perangkat tersebut merupakan komponen utama dalam sistem pemantauan aktivitas vulkanik. Fungsinya sangat krusial untuk mendukung sensor dan transmisi data dari lapangan.
Akibat pencurian ini, Stasiun Pemantauan Kopirejo tidak dapat beroperasi secara optimal. Hal ini berimbas pada terganggunya pemantauan aktivitas Gunung Semeru yang saat ini masih berstatus Level III Siaga.
Gangguan pada sistem pemantauan dinilai berpotensi menghambat upaya mitigasi bencana. Padahal, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Pihak Pos Pengamatan Gunung Api Semeru telah melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan untuk mengungkap pelaku.
Kasus pencurian ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pemerintah berharap pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait