BANGKALAN, iNews.id - Misteri kematian Rulli Yustiana Sari (RYS), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mulai menemui titik terang. Berdasarkan hasil autopsi sementara, ASN wanita tersebut terindikasi kuat menjadi korban pembunuhan sadis sebelum jenazahnya ditemukan di dalam mobil dinas yang terkunci di area parkir Bandara Juanda Surabaya.
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menduga korban tewas akibat kehabisan oksigen setelah dibekap pada bagian mulut atau dicekoki racun sianida oleh pelaku.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membeberkan hasil autopsi sementara yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Porong. Dari pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah tanda kekerasan yang tidak wajar pada tubuh korban di antaranya terdapat luka robek pada cuping telinga serta pembengkakan di bibir atas dan bawah korban.
“Ditemukan tanda kehitaman pada lidah yang mengindikasikan korban mengalami kekurangan oksigen (afiksia). Karena tidak ada pembengkakan pada tenggorokan (tanda cekikan), korban diduga kuat tewas akibat dibekap di bagian mulut,” katanya, Jumat (26/6/2026).
Tim medis menemukan indikasi lain berupa gejala racun sianida. Saat ini sampel organ korban telah dikirim ke Labfor Polda Jatim untuk memastikan kandungan racun tersebut.
"Kesimpulan keluarga, ini jelas indikasi pembunuhan. Rekaman CCTV bandara memperlihatkan ada orang lain yang membawa mobil dinas itu masuk ke area parkir. Kami meyakini, saat mobil itu masuk bandara, Ibu Rulli sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Risang Bima Wijaya, Jumat (26/6/2026).
Dinas PRKP Bangkalan Berduka
Kabar kematian tragis orang nomor dua di Dinas PRKP Bangkalan ini menyisakan duka yang sangat mendalam bagi rekan-rekan kerjanya. Di mata bawahannya, Rulli dikenal sebagai sosok pejabat yang ramah, rajin, dan menjadi teladan di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid, menceritakan bahwa korban terakhir kali terlihat masuk kantor pada hari Rabu pekan lalu. Saat itu, korban sempat berpamitan untuk sering izin menjenguk orang tuanya yang sedang sakit.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait