Sejumlah rekan korban terlihat sedih dan menangis atas kepergian korban. Sebab, selama ini korban dikenal baik dan pendiam.
"Anaknya pinter matematika. Pendiam. Kami semua sedih. Enggak menyangka Farhat meninggal dunia," kata salah seorang teman sekolanya Zahra Allya Prayitno.
Zahra mengaku tak mendapat firasat khusus atas kepergian karibnya tersebut. Hanya saja, sebelum berangkat Farhat terlihat diam dan murung.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Bondowoso, Harimas, mengatakan, pihaknya mendapat kabar pada Senin (11/9/2023) malam. Saat itu korban sudah berada di rumah sakit karena pingsan.
"Tadi malam sudah ditangani di Jombang. Ternyata pagi tadi dapat kabar meninggal dunia," katanya.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait