Sebanyak 273 prajurit remaja Korps Marinir TNI AL menyandang baret ungu. (Foto: Antara).
Antara

SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 273 prajurit remaja Korps Marinir TNI AL menyandang baret ungu. Prajurit tersebut terdiri atas 25 perwira remaja AAL Angkatan LXVII dan 248 tamtama remaja Angkatan XLI/I Korps Marinir TNI AL. 

Para prajurit itu resmi menyandang baret ungu setelah dilakukan pembaretan oleh Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

"Upacara pembaretan bukanlah sekadar rangkaian seremonial semata, namun merupakan salah satu implementasi pembinaan tradisi kultural dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam bentuk pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan, kehormatan diri dan kencintaan korps," ujar Widododi Surabaya, Sabtu (6/8/2022).

Pembaretan yang berlangsung di Pantai Baruna Kondang Iwak, Desa Tulungrejo, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu diiringi gemuruh ombak besar yang tak pernah berhenti menghantam kerasnya karang hitam yang kokoh di Pantai Baruna. 

"Dari tempat inilah lahir dan dikukuhkan prajurit remaja Korps Marinir yang tangguh, militan, serta pantang menyerah," ucapnya.

Dia menuturkan, sebelum menyandang baret ungu, para prajurit telah lulus tahapan pendidikan yang berat selama 12 bulan ditempa mulai dari Puslatdiksarmil.

"Selain itu juga mengikuti pelatihan di Kodikmar dengan 90 hari latihan meliputi tahap komando, tahap laut, tahap hutan, gerilya lawan gerilya dan lintas medan sejauh 300 kilometer yang dikenal dengan lintas medan Banyuwangi-Surabaya serta kursus pemantapan selama satu bulan di Komando Latih Korps Marinir melengkapi bekal ilmu sebagai pasukan pendarat Korps Marinir," ucapnya. 

Menurutnya, salah satu pembuktian TNI AL sangat serius dalam membangun kekuatan Matra Laut menjadi lebih profesional, modern dan tangguh selaras dengan tujuan dan penekanan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono.

Dia menyampaikan, pemakaian baret ungu Korps Marinir TNI AL tidak hanya sebagai simbol identitas diri. Namun, lanjut dia mengamanahkan tuntutan untuk selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan Korps dalam tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan bangsa dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Konsekuensi, menjadi seorang prajurit Korps Marinir TNI AL menuntut tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur tuntunan prajurit Korps Marinir TNI AL," katanya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT