Seorang kakek ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Blitar, Jumat (2/12/2022). Dia diduga nekat bunuh diri akibat stres dagangannya ludes terbakar. (Foto: Robby Ridwan)
Robby Ridwan

BLITAR, iNews.id - Seorang kakek ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jumat (2/12/2022). Dia diduga bunuh diri akibat stres dagangannya ludes dalam kebakaran yang terjadi di Pasar Kesamben pada Minggu (27/11/2022) malam.

Warga sekitar, Eko Mulyanto, menerangkan korban pertama kali ditemukan meninggal dunia di dalam kamar oleh keluarganya.

Dia menduga, Sugimin (62) nekat mengakhiri hidup lantaran tertekan. Pasalnya, dagangan yang dimiliki sang kakek di Pasar Kesamben ludes tak tersisa akibat peristiwa kebakaran.

Tak tanggung-tanggung, Sugimin disebut memiliki 11 lapak dagangan di Pasar Kesamben. Maka, kata Eko, tak heran dugaan penyebab korban gantung diri mengerucut ke peristiwa kebarakan tersebut.

"Bunuh diri. Karena kejadian kebakaran di pasar, soalnya kan beliau ini mempunyai becak atau lapak 11, yang dua baru beli, semua terbakar," kata Eko.

Sementara itu, Kapolsek Kesamben Iptu Suhartono mengaku telah menerima laporan salah seorang warga yang melakukan aksi gantung diri.

"Ada pelaporan dari perangkat desa di Desa Kesamben, RT 3 RW 3, Saudara Sugimin umur 62 tahun ditemukan keluarga dalam posisi gantung diri di kamar," kata Suhartono.

Dia menerangkan, pihaknya telah meluncur ke rumah korban untuk melakukan olah TKP. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sebelumnya, ratusan lapak pedagang di Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, ludes terbakar, Minggu (27/11/2022) malam. Api berkobar besar lantaran banyak bahan mudah terbakar.

"Sekitar jam 20.15 WIB ada informasi Pasar Kesamben terbakar. Kita langsung datang ke lokasi dan menghubungi Damkar Kabupaten Blitar," Kata Kapolsek Kesamben AKP Suhartono.

Menurut dia, api semula muncul dari bagian tengah pasar. Banyaknya material mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian pasar.

"Karena api dari tengah, sehingga menjalar ke seluruh bagian pasar," kata Suhartono.

Sedikitnya delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pendinginan. Sementara, kebakaran terjadi diduga akibat korsleting listrik dari salah satu lapak pedagang.


Editor : Rizky Agustian