PASURUAN, iNews.id – Turnamen sepak bola antar-kecamatan memperebutkan Piala Bupati Pasuruan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berakhir ricuh.
Ratusan suporter mengamuk dan mengeroyok wasit yang memimpin pertandingan tepat setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan.
Kericuhan ini terjadi pada babak penyisihan turnamen Bupati Pasuruan Cup yang mempertemukan tim Kecamatan Lekok (Lekok FC) melawan tim tuan rumah Kecamatan Rembang (Rembang FC) di Lapangan Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang.
Penyerangan bermula saat ratusan suporter Lekok FC melempar botol kemasan ke arah wasit di tengah lapangan. Tak puas, massa menyerbu masuk ke area pertandingan dan mengeroyok sang pengadil hingga ke tepi lapangan.
Aparat keamanan dari Polsek Rembang dan Polres Pasuruan yang bersiaga di lokasi sempat kewalahan meredam emosi massa. Ironisnya, aksi anarkis ini terjadi meski Lekok FC berhasil memenangi laga dengan skor 1-0 atas Rembang FC dan mengunci tiket ke babak 8 besar.
Pengeroyokan diduga dipicu oleh rasa kecewa suporter Lekok FC yang menilai kepemimpinan wasit selama pertandingan lebih memihak kepada tim tuan rumah.
"Aksi penganiayaan terhadap wasit seperti ini sangat tidak perlu terjadi di ajang pembinaan lokal. Kami prihatin dan meminta Panitia Pelaksana (Panpel) memberikan sanksi tegas,,” kata mantan Sekjen Sakera Mania, Hendry Londo, Selasa (15/9/2026).
Kecaman serupa juga disampaikan mantan pemain Persekabpas Pasuruan, Khasan Sholeh. Dia menyayangkan turnamen tahunan yang dirancang untuk menjaring bibit muda Persekabpas justru ternoda oleh aksi kekerasan suporter.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait