Massa GAMIS berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Jatim, Selasa (7/7/2020). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Massa Gerakan Umat Islam Tolak Komunis (GAMIS) Jawa Timur (Jatim) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Jatim, Selasa (7/7/2020). Mereka menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang kini dibahas DPR.

Tiga tuntutan disampaikan massa GAMIS dalam aksi ini. Pertama, menolak kelanjutan pembahasan RUU HIP oleh DPR RI dan pemerintah. Kedua, mendesak agar inisiator RUU HIP diusut. Ketiga, segera dibentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk menyelidiki inisiator RUU tersebut

“RUU HIP ini harus dihapus dari Prolegnas. Pancasila sudah final. Jangan lagi melakukan pembahasan yang tak perlu,” kata Koordinator aksi, Muhammad Yunus, Selasa (7/7/2020).

Yunus mengatakan, RUU HIP berpotensi menimbulkan makar dan hidupnya kembali ideologi komunis di Indonesia. Karena itu, dia mendesak agar inisiator RUU tersebut diusut dan diproses hukum.

“Siapa yang ada di belakang RUU HIP harus diusut untuk kemudian diproses hukum. Harus dicari siapa yang ingin mengudeta Pancasila,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad mengatakan, pihaknya siap untuk melanjutkan aspirasi tersebut kepada DPR. “Hari ini kami menerima dan juga kami sampaikan ke DPR RI melalui faksimile,” katanya.

Janji ini disampaikan Sadad saat bertemu perwakilan peserta aksi. Sadad hadir bersama Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat, Achmad Iskandar, dan Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS Lilik Hendarwati dan Fraksi Gerindra, Noer Soetjipto. Mereka bahkan sempat naik mobil komando untuk menemui massa.

Sadad juga sepakat dengan massa, bahwa Pancasila final. ‘Pancasila yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 sudah final sehingga tidak ada urgensi untuk dibahas dan diperdebatkan kembali,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network