“Ternyata kontraknya diperpanjang tiga kali,” kata Joko. Selain proses pendirian yang dinilai akal-akalan, keberadaan tower seluler disinyalir berdampak pada kesehatan warga.
Sedikitnya ada 10 warga yang kini terus mengalami sakit-sakitan. Penyebab sakit diduga efek radiasi keberadaan tower seluler. Atas dasar semua itu, warga meminta Bupati Blitar Rini Syarifah mencabut izin (IMB) pendirian tower.
“Sangat berharap kebijakan bupati mencabut IMB, karena banyak warga mengalami gangguan kesehatan. Mulai ada yang stroke," ujar Joko.
Sayangnya Bupati Blitar Rini Syarifah yang diharapkan bisa menemui pengunjuk rasa, justru tidak terlihat. Pengunjuk rasa hanya ditemui sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga di depan pintu Kantor Pemkab yang tertutup rapat.
Massa sontak meradang. Pagar besi kantor pemkab dicoba diterobos dengan mendorongnya bersama-sama. Aksi saling dorong tak terelakkan. Akibat tekanan keras, pagar besi kantor Pemkab Blitar nyaris roboh.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait