GRESIK, iNews.id - Seorang anak petani asal Gresik, Jawa Timur (Jatim) memperkuat skuad Tim Hoki di Asia Cup 2022. Dia adalah Muhammad Hendri Firdaus, pemuda berusia 22 tahun asal desa Randu Padangan, Kecamatan Menganti.
"Saya tidak menyangka mendapat kepercayaan ini. Saya hanya pingin bermain sebaik mungkin. Hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk bangsa dan negara," kata Hendri, pemuda yang bercita cita menjadi pemain sepak bola profesional.
Direktur Teknik atau Dirtek timnas hoki Indonesia asal Malaysia, Muhammad Dharmaraj Abdullah kepincut kemampuan para pemain hoki asal Gresik. Coach Dharmaraj memanggil seluruh pemain dan pelatih hoki PON Jawa Timur asal Gresik untuk menjadi bagian Timnas Hoki Indonesia.
"Saat pulang ke Gresik saya dikabari coach Rohim masuk Pelatnas Timnas Hoki. Saya bersyukur kepada Allah SWT, mohon doa restu ibu ayah dan coach Rohim yang mengenalkan hoki di bangku SMA. Tidak kepirkiran kerjasama di SMA berlanjut sampai ke Timnas Hoki Indonesia," katanya.
Hendri kini bisa berbangga namanya masuk dalam skuad Pelatnas Timnas Hoki Indonesia. Pemuda yang kini bertinggi 171 sentimeter bisa bertanding di ajang yang lebih 'tinggi', bersama skuad Garuda di Asia Cup 2022.
Bulan depan, dia harus terbang ke Jakarta bersama enam atlet dan satu pelatih hoki asal Gresik mengikuti pelatnas yang akan digelar selama lima bulan.
"Sekarang nambah porsi latihan. Pagi usai shalat subuh mulai dengan ari-lari kecil keliling desa. Latihan pakai stik sendiri, latihan bersama teman-teman," terang Hendri yang kini punya lima stik.
Pelatih Hoki Abdul Haq Habibur Rohim mengaku kepastian masuk pelatnas itu setelah dihubungi langsung oleh Dharmaraj. Pelatih berdarah Malaysia itu berpesan agar para atlet hoki untuk menjaga kondisi tubuh.
"Awalnya diminta empat atlet Gresik masuk timnas, setelah melihat tampil di PON kemarin, dia minat enam atlet kita.
Mereka adalah Ilham Wiranata, Malik Fajar, Ferdian Fathur, Julian Agung, Andre Guntara dan Hendri Firdaus. Pelatih juga asal Gresik adalah Abdul Haq Habibur Rohim.
Coach Dharma terkesan akhirnya mereka dipanggil ke pelatnas. Pelatnas kurang lebih selama lima bulan persiapan Asia Cup bulan Maret 2022," terang pria yang akrab disapa Rohim ini.
Pertumbuhannya Terhambat
Enam tahun lalu, Muhammad Hendri Firdaus divonis hormon pertumbuhannya terganggu, tidak bisa tinggi dan harus konsumsi obat.
Sejak SD dia terus minum obat dari dokter. Tingginya sempat 145 sentimeter saat SMP. Bahkan teman sekolahnya kerap meledek dan memanggilnya "Unyil".
Namun, sejak duduk di kelas X berkenalan dengan olah raga Hoki indoor oleh sang pelatih Abdul Haq Habibur Rohim.
"Sejak itu, pertumbuhan tubuhnya mulai normal dan berhenti minum obat," kenangnya.
Karena saat itu tidak mampu membeli stik, Hendri berinisiatif meminjam stik dan bola milik pelatih untuk latihan di rumah.
"Saya latihan di rumah bermodal stick dan bola pinjaman," ujarnya.
Dia mengenang ketika membeli stick pertamanya seharga Rp400.000. Uang itu didapat dari hasil menabung uang saku sekolah selama 1 tahun.
Stik perdana miliknya, membuatnya semakin giat berlatih. Kemampuannya meningkat, hingga mendatangkan prestasi.
Saat SMA di level klub berhasil meraih juara 1 di Jakarta dan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Saat memperkuat Kabupaten Gresik menyabet juara pertama di Malang sebanyak dua kali.
Pemuda yang bisa menempati posisi midfielder dan striker mempersembahkan juara Cabang Olahraga (Cabor) hoki Indoor di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019. Di nomor Indoor Putra Hoki, Kabupaten Gresik mengalahkan Kota Surabaya dengan skor 3-0.
Prestasi itu membuatnya semakin percaya diri dan tertantang meraih prestasi lebih tinggi.
Kesempatan itu datang, namanya masuk dalam enam pemain bersama satu pelatih asal Gresik dipastikan menjadi tim Hoki Jawa Timur (Jatim) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.
Setelah puluhan tahun puasa medali, tim hoki Jawa Timur akhirnya berhasil mendapat medali pada PON XX Papua 2021 lalu.
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait