JAKARTA, iNews.id - Tri Rismaharini resmi diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Sosial, Selasa (22/12/2020). Perempuan yang akrab disapa Risma ini diketahui masih menjabat Wali Kota Surabaya 2016-2021 yang periodenya segera berakhir.
Perempuan berusia 59 tahun itu menggantikan Menteri Sosial Juliari Batubara yang saat ini berstatus sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selain Risma jadi Menteri Sosial, ada lima nama menteri yang diumumkan Jokowi secara virtual di akun YouTube Sekretariat Presiden. Kelimanya yakni, Sandiaga Uno yang menggantikan posisi Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kemudian, Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan yang baru menggantikan Terawan Agus Putranto, M Lutfi menjadi Menteri Perdagangan yang menggantikan Agus Suparmanto, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menggantikan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi. Terakhir, Wahyu Sakti Trenggono ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang juga telah ditangkap KPK.
Karier Risma, dari PNS Jadi Politisi PDIP
Risma yang akhirnya sampai pada posisi Menteri Sosial sebelumnya telah melewati proses panjang selama kariernya, mulai dari PNS hingga menjadi politisi PDI Perjuangan.
Sebelum menjadi wali kota, Risma meniti karier sebagai seorang PNS di jajaran Pemkot Surabaya sejak tahun 90-an. Dikuti dari sumber Wikipedia, Risma pernah menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010.
Risma memimpin Kota Pahlawan selama dua periode. Dia menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 2016-2021 sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, dia menjabat wali kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015.
Risma dikenal sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya. Dia juga tercatat sebagai perempuan pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pilkada sepanjang sejarah di Indonesia.
Pada Pilkada Surabaya 2010, Risma dan Bambang yang diusung oleh PDIP memenangi pilkada Surabaya 2010 dengan perolehan suara mencapai 358.187 suara atau 38,53 persen dari jumlah suara. Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya.
Pada 14 Juni 2013, Bambang DH mengundurkan diri karena maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada Jawa Timur 2013. Risma kemudian didampingi oleh Whisnu Sakti Buana, putra politisi senior PDIP, Soetjipto.
Risma dan Whisnu kembali maju pada Pilkada Serentak 2015 yang diusung oleh PDIP. Keduanya terpilih kembali dengan meraih kemenangan mutlak yakni sebesar 893.087 suara atau 86,34 persen dari jumlah suara keseluruhan. Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana dilantik pada tanggal 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi.
Prestasi Tri Rismaharini
Selama menjadi Wali Kota Surabaya, Tris Rismaharini telah meraih banyak penghargaan. Pada 14 September 2018 dalam Kongres UCLG-ASPAC 2018 (Asosiasi Pemerintah Kota dan Daerah Se-Asia Pasifik) di Surabaya, Tri Rismaharini terpilih secara aklamasi sebagai Presiden UCLG-ASPAC untuk masa bakti 2018-2020 menggantikan Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan, Won Hee-ryong.
Selain itu, Risma juga meraih banyak penghargaan. Dilansir dari Wikipedia dan berbagai sumber, di masa kepemimpinannya, Kota Surabaya meraih delapan kali Piala Adipura Kencana berturut-turut, mulai dari tahun 2011 hingga 2018 untuk kategori kota metropolitan, serta Adipura Paripurna pada tahun 2016.
Risma juga membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.
Pada Oktober 2013, Kota Surabaya di bawah kepemimpinannya juga memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 di dua bidang sekaligus, yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik.
Selain itu, Taman Bungkul Surabaya meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013.
Selanjutnya pada Februari 2014, Tri Rismaharini dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan Februari 2014 atas keberhasilannya selama memimpin Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang paling baik penataannya.
Pada akhir tahun 2014, Surabaya menerima penghargaan internasional Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Window (SSW). Penghargaan ini diberikan untuk sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.
Kemudian, pada Februari 2015, Tri Rismaharini dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation atas keberhasilannya dalam mengubah wajah Kota Surabaya dari yang kumuh penataannya menjadi kota yang lebih hijau dan tertata rapi.
Tak hanya itu, pada Maret 2015, nama Tri Rismaharini masuk dalam jajaran 50 tokoh berpengaruh di dunia versi majalah Fortune bersama dengan tokoh-tokoh lain seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan tokoh lainnya. Penghargaaan itu diraih Risma karena dinilai berhasil melakukan banyak terobosan di Surabaya tentang lingkungan.
Pada tanggal 13 Agustus 2015, Tri Rismaharini menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo bersama 14 tokoh lain di Istana Negara, Jakarta.
Selain itu, pada bulan November 2015, Risma memperoleh penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award. Pada bulan Juli 2018, Kota Surabaya memperoleh penghargaan Lee Kuan Yew City Prize bersama dengan Hamburg, Jerman; Kazan, Rusia; dan Tokyo, Jepang. Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang memperoleh penghargaan ini.
Surabaya dinilai sebagai salah satu kota besar di dunia yang mampu mempertahankan dan mengelola kampung di tengah kota dengan manajemen pemerintah dan partisipasi masyarakat yang sangat baik, di tengah laju pembangunan kota.
Keluarga Tri Rismaharini dan Pendidikan
Risma lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Mochammad Chuzaini dan Siti Mudjiatun. Tri Rismaharini menikah dengan Djoko Saptoadji. Keduanya dikaruniai 2 anak bernama Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni.
Tri Rismaharini menempuh pendidikan dasar di SDN Kediri dan lulus pada tahun 1973. Dia melanjutkan ke SMPN 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976. Risma melanjutkan pendidikan ke SMAN 5 Surabaya dan lulus pada tahun 1980.
Risma kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada tahun 1987. Selanjutnya, Risma melanjutkan pendidikan pascasarjana Manajemen Pembangunan Kota di ITS Surabaya dan lulus pada tahun 2002.
Risma pernah mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS pada 4 Maret 2015 dalam bidang Manajemen Pembangunan Kota.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait