Penampakan Padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin Jadab di Desa Rejowinangun Blitar. (Foto: iNews.id/Roby Ridwan).
Roby Ridwan

BLITAR, iNews.id - Padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin Jadab di Blitar dilarang menerima pasien. Pasalnya keberadaan praktik perdukunan tersebut menimbulkan kegadungan di masyarakat hingga muncul penolakan dan desakan penutupan. 

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil mediasi antara Samsudin, Polres Blitar serta warga Desa Rejowinangun dan sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (2/8/20220). 

Pemilik Padepokan Samsudin Jadab saat di Mapolres Blitar. (Roby Ridwan).

Pada mediasi itu Samsudin datang didampingi oleh kuasa hukumnya serta beberapa pengikut. Mediasi juga dihadiri Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar. 

"Berdasarkan hasil mediasi, kami meminta Samsudin untuk tidak menerima tamu untuk berobat di padepokan. Padepokan kembali dapat beroperasi jika kondisi masyarakat sudah reda dan menunggu hasil keputusan pemerintah daerah," kata Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu Samsudin menyatakan tidak akan menutup padepokannya selama masih mendapatkan izin. Saat ini dia akan tutup untuk sementara waktu, sembari menunggu masyarakat mereda dan menunggu keputusan pemerintah daerah pada Selasa pekan depan. 

Pada kesempatan itu laki-laki yang menyebut dirinya gus itu membantah bila praktik perdukunannya mengandung unsur penipuan. "Tidak ada penipuan di sini. Semua itu fitnah," katanya. 

Sementara itu warga Desa Rejowinangun tetap menginginkan padepokan Nur Dzat Sejati ditutup permanen. Sebab, mereka menilai pengobatan yang dilakukan oleh Samsudin Jadab hanya penipuan berkedok pengobatan. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT