Salah seorang petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong menunjukkan motor yang dibeli dari hasil menjual cabai, Senin (29/3/2021).

Nanang mengatakan, di Desa Pucuk, hampir 95 persen dari total sekitar 1.100 KK (kepala keluarga) merupakan petani cabai. Ratusan warga itu tersebar di lima dusun, yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk,Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul, Dusun Kwarigan. 

"Mereka membeli puluhan motor dan mobil secara kontan dari hasil keuntungan panen cabai. Sebab, harga cabai selangit tembus Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram di tingkat tengkulak," ujarnya. 

Menurut Nanang, paling banyak petani cabai yang memborong kendaraan motor berada di Dusun Pucuk. Sebab, di lahan cabai di dusun tersebut cukup luas. Mayoritas penduduknya juga petani cabai.

Kepala Desa dua periode ini menyebut, harga cabai tahun 2021 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini sangat tinggi, dan bertahan hampir dua bulan. Mulai dari harga Rp50.000 di awal panen Februari lalu, terus merangsek naik hingga mencapai Rp95.000.


Editor : Kastolani Marzuki

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network