Maidi mengatakan, sengaja tidak memberikan seragam jadi agar ekonomi di Madiun berputar. Sebab, dengan begitu, tukang jahit akan mendapat orderan, sehingga lebih banyak masyarakat yang menikmati.
Sementara itu para siswa terlihat ceria usai mendapatkan seragam dan ongkos jahit. Apalagi, selama ini mereka masih menggunakan seragam sekolah lama, karena seragam baru belum dibagikan.
"Senang sekali dapat seragam gratis. Dapat uang juga Rp300.000 untuk ongkos jahit," kata salah seorang siswa SD, Noval.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait