Belasan hektare ladang sawah di Jombang masih terendam air meski banjir yang menggenang di permukiman warga mulai surut pada Jumat (25/11/2022) pagi. (Foto: Mukhtar Bagus)
Mukhtar Bagus

JOMBANG, iNews.id - Banjir yang merendam ribuan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Jombang surut pada Jumat (25/11/2022) pagi. Sejumlah warga mulai membersihkan rumah dari genangan lumpur yang tertinggal.

Salah satu permukiman yang terdampak banjir berada di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Air yang menggenang mencapai ketinggian hampir dua meter.

Sementara di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, banjir terpantau masih merendam belasan hektare sawah. Akibatnya tanaman padi milik petani tak bisa terselamatkan.

"Banjir mulai kemarin. Gara-gara hujan deras. Tanaman padi semua terendam, gak bisa diselamatkan. Masih bingung mau gimana," kata salah seorang petani, Joko Sabdono.

Selain permukiman dan lahan persawahan, banjir juga merendam SD Negeri Tejo. Sehingga kegiatan belajar mengajar pada siswa dihentikan sementara.

Meski begitu, para siswa bergotong royong membersihkan ruang-ruang kelas dari lumpur bekas banjir.

Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah warga di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) terendam banjir, Kamis (24/11/2022) malam. Ketinggian air bervariasi, dari 1 hingga 1,5 meter. 

Di sebagian rumah warga, ketinggian air bahkan hampir mencapai atap rumah, sehingga penghuninya terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang terlalu tinggi. Akibatnya sungai-sungai yang ada di beberapa wilayah tak mampu menampung air hujan, sehingga meluap dan merendam pemukiman warga.

Kondisi paling parah terjadi di Desa Kademangan. Di wilayah ini banjir mencapai 1,5 meter lebih.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT