Salah satu orang tua siswa, Ayu datang ke puskesmas setelah anaknya mengalami gejala serupa. Dia mengatakan keluhan muncul setelah anaknya menyantap menu MBG berupa ayam dan bumbu kacang.
"Saya datang karena anak saya mengalami keluhan setelah makan MBG ayam kemarin, menu ayam sama bumbu kacang," kata Ayu.
Meski banyak siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum dapat memastikan penyebabnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dian Anggraini mengatakan pemeriksaan masih diperlukan untuk mengetahui faktor yang membuat para siswa mengalami gejala tersebut.
Dari sekitar 1.500 penerima MBG, untuk sementara terdapat sekitar 40 siswa yang dilaporkan mengalami gejala. Kondisi mereka beragam, mulai dari yang sudah membaik hingga masih membutuhkan perawatan.
"Ini baru dugaan ya, kalau kita penerima manfaat ada 1.500 orang," kata Dian.
Dinkes memastikan penanganan terhadap siswa terus dilakukan sambil menunggu pendalaman lebih lanjut. Karena itu, dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG tersebut belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat makanan yang disajikan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait