"Total ada 49 siswa yang diduga mengalami gejala keracunan. Petugas saat ini fokus pada penanganan medis dan pemulihan kondisi para korban. Untuk penyebab pastinya, sampel makanan berupa nasi goreng yang dikonsumsi siswa sudah diamankan untuk diuji di laboratorium," kata Samsudin.
Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo serta Nganjuk kini tengah menelusuri asal-usul dapur penyedia (catering) MBG yang mendistribusikan makanan tersebut ke SMAN 3 Nganjuk.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait