28 Polisi terindikasi langgar kode etik gegara gas air mata. (istimewa).
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Sebanyak 28 anggota polisi terindikasi melanggar kode etik terkait tragedi Kanjuruhan. Saat ini Tim Investigasi Mabes Polri masih melakukan pendalaman untuk memastikan pelanggaran itu. 

"Tim masih bekerja secara cermat, cepat, namun tetap berhati-hati. Dari hasil pemeriksaan Irwasum Polri, dan Irwaminal update malam hari melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik 28 personel polri," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prsetyo, Senin (3/10/2022). 

Dedi Prasetyo mengatakan, materi pemeriksaan kepada 28 personel, tersebut berkaitan dengan penyemprotan gas air mata ke arah tribun penonton. Sebab, ada dugaan kesalahan prosedur penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang.

Gegara gas air mata itu, ribuan suporter panik dan semburat menyelamatkan diri keluar stadion, hingga berdesak-desakan. Imbasnya korban jiwa berjatuhan. 

"Ada beberapa orang diperiksa sampai malam ini lanjut. Perintah bapak Kapolri secepatnya. Disampaikan besok, secepatnya, agar kasus ini terang benderang," tuturnya. 

Karena itu, dia belum bisa menyampaikan hasilnya. Dia berharap semua untuk bersabar, memberi kesempatan kepada tim untuk bekerja maksimal. "Kalau sudah ada updatenya besok akan saya sampaikan," katanya. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT