JOMBANG, iNews.id – Rombongan jemaah umrah Muslimat NU Kabupaten Jombang, Jawa Timur tertahan selama lebih dari sepekan di hotel Arab Saudi. Mereka diduga menjadi korban penipuan biro travel umrah, PT Annisa Ahmada Travelindo. Pihak penyelenggara perjalanan tersebut tidak menyediakan tiket kepulangan ke Tanah Air.
Akibat tidak adanya kepastian dari pihak travel, jemaah Muslimat NU Jombang yang berjumlah 200 orang terpaksa meminta kiriman uang dari keluarga di Indonesia untuk membeli tiket pesawat secara mandiri. Kepulangan para jamaah dilakukan secara bertahap mulai Kamis (17/9/2026) malam hingga Jumat (18/9/2026) pagi.
Sebelumnya, konflik antara jamaah dan pihak travel sudah dipicu sejak awal keberangkatan karena pembagian kloter yang tidak sesuai kesepakatan awal.
Merespons kejadian tersebut, Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf (Gus Irfan), turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke kantor pusat PT Annisa Ahmada Travelindo di Jalan Wahid Hasyim, Kota Jombang, Kamis (17/9/2026) sore. Namun, kantor travel tersebut ditemukan tutup rapat dan ditinggal pengelolanya.
"Tindakan travel ini sama sekali tidak bisa ditoleransi. Hari ini juga izin operasional PT Annisa Ahmada Travelindo resmi kami bekukan," kata Gus Irfan, Kamis (17/9/2026).
Pembekuan izin dilakukan secara cepat guna mengantisipasi jatuhnya korban baru. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, terdapat lebih dari 4.000 calon jamaah umrah yang sudah melunasi pembayaran dan mengantre keberangkatan hingga Desember 2026 melalui travel tersebut.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait