Unik, Bangunan Kantor Desa di Pacitan Ini Mirip Istana Merdeka Jakarta
PACITAN, iNews.id – Sebuah balai desa mirip Istana Merdeka dalam ukuran yang lebih kecil ada di Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Bangunan yang menjadi lokasi wisata ini juga dilengkapi 17 anak tangga, enam tiang penyangga dan lambang negara di atas atap.
Bangunan ini berada di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan. Bangunan ini dibuat sangat mirip dengan istana merdeka lengkap dengan dua ruangan kecil di samping kanan kiri. Tak lupa ada tiang bendera merah putih di atas bangunan.
Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 12 x 35 meter persegi ini sengaja didesain semirip mungkin dengan Istana Merdeka. Meski demikian, aktivitas di dalam kantor desa ini sama seperti yang lain di antaranay melayani surat menyurat dan kegiatan pemerintah lain.
Salah satu pengunjung, Efendi mengatakan, lantaran keunikannya, bangunan malah menjadi lokasi wisata. Saat hari Minggu dan libur, banyak warga berdatangan untuk sekedar berswafoto atau untuk foto pra-pernikahan.
“Bangunan ini kini jadi ikon Desa Dadapan. Biasanya yang datang untuk foto selfie atau prewedding. Bagus ini sebagai citra desa yang maju,” katanya.
Kepala Desa Dadapan, Ismono mengatakan bangunan ini didirikan tahun 2015 dengan biaya hampir Rp200 juta. Anggaran tersebut berasal dari alokasi Dana Desa dan swadaya masyarakat.
“Awalnya bangunan desa yang lama tampak tinggi karena ada tangga tersebut. Saya lalu terinspirasi melebarkan bangunan supaya ga terlihat tinggi. Jadilah bangunan baru ini mirip istana merdeka,” katanya.
Dia mengatakan, pemerintah desa dan warga antusias dalam membangun gedung ini. Hal ini karena sebelumnya, Desa Dadapan identik dengan wilayah pelosok yang tertinggal.
Agar bisa muncul dan sejajar dengan desa lain, pemerintah desa mendirikan bangunan ini. Kini, bangunan kantor desa ini bahkan menjadi ikon Desa Dadapan.
Kini, foto dan bangunan ini pun banyak bermunculan di dunia maya karena keunikannya. Bagi warga luar Pacitan yang penasaran ingin menyaksikan langsung, bisa mengunjungi Desa Dadapan saat melintas di jalur Pacitan-Solo.
Editor : Umaya Khusniah