×
Berita Hari ini - iNews Portal

Korban Fetish Kain Jarik Terus Bertambah, Unair Terima 15 Aduan

Yudha Prawira ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 20:17 WIB
Korban Fetish Kain Jarik Terus Bertambah, Unair Terima 15 Aduan
Korban Fetish Kain Jarik Terus Bertambah, Unair Terima 15 Aduan

SURABAYA, iNews.id – Korban predator fetish jarik mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) terus bertambah. Berdasarkan data Tim Help Center Unair, hingga saat ini sudah ada 15 korban yang melapor.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Surabaya, Suko Widodo mengatakan, ke-15 korban tersebut melapor secara daring. Namun, mereka tidak menyertakan identitas.

“Aduannya macam-macam. Rata-rata mengaku pernah dichat pelaku untuk melakukan fetish kain jarik. Modusnya sebagai obyek riset kuliah. Tetapi, aduan ini masih dalam penelitian,” katanya, Sabtu (1/8/2020).

Suko mengatakan, Tim Help Center Unair masih akan terus membuka layanan aduan. Pihaknya berharap semua mahasiswa yang menjadi korban segera melapor agar bisa ditindaklanjuti. “Kami juga menyiapkan tim psikolog untuk melakukan pendampingan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Suko mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, baik Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim. “Sampai saat ini memang belum ada laporan resmi yang masuk. Walau begitu, kami terus berkoordinasi,” ujarnya.

Diakui Suko, sejak kasus fetish jarik mahasiswa Unair viral, pihaknya langsung melakukan pelacakan, salah satunya menghubungi terduga pelaku dan keluarganya. Namun, upaya tersebut belum berhasil. “Pelaku dan keluarga belum bisa dihubungi. Sebab, sejak Maret, yang bersangkutan tidak lagi di Surabaya,” ujarnya.

Diketahui, kabar mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) jadi predator fetish atau orisentasi seks menyimpang, viral di media sosial. Mahasiswa berinisial G tersebut disebut kerap meminta korbannya mengikat diri dengan kain jarit untuk kepuasan seksual.

Cerita tersebut terungkap saat akun @m_fikris, membuat cuitan di Twitter. Dalam cuitan itu, dia mengaku dipaksa G untuk mengikat diri dengan kain. Dalihnya untuk kepentingan riset. Padahal, faktanya untuk kepuasan seksual.

Atas perilaku aneh tersebut, @_fikris mengingatkan semua orang untuk berhati-hati. Dalam cuitan tersebut, dia menulis “Predator ‘Fetish Kain Jarik’Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY, lengkap dengan foto dirinya terbungkus kain jarik.

Editor : Ihya Ulumuddin

Tag: polda jatim | polrestabes surabaya | unair | predator
ARTIKEL ORIGINAL