×
Berita Hari ini - iNews Portal

Istri Pendeta Hanny Layantara sempat Minta Kasus Pencabulan Suami Tak Diungkap ke Publik

Lukman Hakim ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 14:07 WIB
Istri Pendeta Hanny Layantara sempat Minta Kasus Pencabulan Suami Tak Diungkap ke Publik
Istri Pendeta Hanny Layantara sempat Minta Kasus Pencabulan Suami Tak Diungkap ke Publik

SURABAYA, iNews.id – Terdakwa pencabulan Pendeta Hanny Layantara yang saat ini menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sempat mengajukan upaya damai kepada keluarga korban. Pengajuan itu disampaikan melalui sang istri yang meminta pencabulan anak yang dilakukannya tidak diungkap kepada publik.

“Ketika itu ada pertemuan antara keluarga korban dengan keluarga pelaku di lobi hotel (hotel di Jalan Yos Sudarso). Istri pelaku minta agar ini (kasus dugaan pencabulan) tidak dibuka ke publik,” kata juru bicara keluarga pencabulan, Bethania Thenu di Surabaya, Selasa (14/7/2020).

Permintaan itu tentu saja tidak dihiraukan oleh keluarga korban. Mereka tetap melaporkan ke polisi agar oknum pendeta itu diproses secara hukum atas perbuatannya.

Bethania menambahkan, sebetulnya kedua keluarga ini memiliki hubungan yang sangat dekat, terutama antara ibu korban dengan istri pelaku. Keduanya merupakan sahabat karib.

“Tidak ada uang damai. Bagaimana dia menjanjikan uang damai, dia (Hanny Layantara) saja di-support keluarga korban,” kata Bethania.

Diketahui, Pendeta Hanny Layantara didakwa melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

Proses persidangan salah satu pendeta berpengaruh di Surabaya tersebut sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi. Sejumlah saksi sudah dihadirkan dalam persidangan di antaranya, saksi dari pendeta, saksi pembantu gereja, bagian kebersihan gereja dan tukang masak gereja. “Besok (Rabu) masih ada sidang lagi. Masih saksi,” ujarnya.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, Pendeta Hanny Layantara sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 diduga telah melakukan perbuatan cabul kepada anak seorang pengusaha di Surabaya. Anak dari pengusaha tersebut dititipkan di sebuah gereja di Surabaya.

Terdakwa melakukan pencabulan di lantai 4 ruang kerjanya di gereja. Kasus ini mencuat setelah korban melalui juru bicara keluarga melaporkan pelaku ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT, pada Rabu 20 Februari 2020.

Editor : Maria Christina

Tag: pencabulan | surabaya | perlindungan anak | pn surabaya | tersangka pencabulan
ARTIKEL ORIGINAL