Ziarah ke Ponorogo, Anies Baswedan Bermalam di Kamar Kiai Ageng Besari 

Kastolani · Selasa, 27 April 2021 - 21:38:00 WIB
Ziarah ke Ponorogo, Anies Baswedan Bermalam di Kamar Kiai Ageng Besari 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ziarah ke makam ulama besar Ponorogo, Kiai Ageng Muhammad Besari. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id – Keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk berziarah ke makam ulama besar Kiai Ageng Muhammad Besari (wafat 1747) di Desa Tegalsari, Ponorogo, Jatim akhirnya kesampaian. 

Anies pun mengungkapkan rasa syukurnya bisa berziarah ke makam leluhurnya.

“Keinginan lama itu akhirnya tertunaikan: ziarah dan silaturahmi ke Desa Tegalsari, Ponorogo. Pergi ke Kab. Ngawi utk Kegiatan Kerjasama Ketahanan Pangan Jakarta memberikan kesempatan utk mampir ke Ponorogo,” tulis Anies Baswedan dalam akun Instagramnya @aniesbaswedan dikutip Selasa (27/4/2021).

Anues menuturkan, pada 2009, menerima amanah utk memanfaatkan dan mengurus sebuah Joglo yang usianya lebih dari 300 tahun. Sejak itu berkeinginan utk bisa menjenguk lokasi asalnya yaitu Desa Tegalsari.

Joglo yang diamanahkan itu adalah warisan dari keluarga ulama besar Kyai Ageng Muhammad Besari (wafat 1747M) yg merintis padepokan Gebang Tinatar sekitar tahun 1700an. Pusat pendidikan agama ini lalu membesar dan berperan sentral di masanya.

Dari keturunan Kyai Ageng Besari dan dari pondok ini lahir dan bermunculan ulama, kyai, tokoh yang luar biasa banyaknya dan besar pengaruhnya di tanah Jawa. Padepokan atau Pondok Tegalsari inilah cikal bakal konsep pondok pesantren yang kita kenal saat ini.

“Rencana semula, kami silaturahmi di Tegalsari sampai maghrib lalu kembali ke Madiun, menginap di sebuah hotel di sana. Tapi dzuriyah, keluarga keturunan, meminta utk bermalam di Ndalem Ageng supaya bisa ngobrol lebih panjang,” katanya.

Jadi, kata Anies, dimulai dengan ziarah ke makam Kiai Ageng Besari, lalu silaturahmi mulai maghrib, dilanjutkan dengan salat tarawih di masjid yang didirikan sekitar 1725. Setelah itu, dilanjutkan dengan ngobrol santai hingga larut malam di pendopo Ndalem Ageng. 

“Dalam silaturahmi itu kami jelaskan bhw joglo warisan itu terus dirawat dan digunakan kegiatan masyarakat juga,” ucapnya.

Keluarga juga mengundang Anies Baswedan untuk tidur di Ndalem Njero, di kamar yg dulu digunakan Kyai Ageng Besari. 

Menurut Anies, sebuah kehormatan luar biasa, karena selama ini tidak pernah digunakan untuk tidur dan tidak ada yang diizinkan untuk tidur di kamar itu.

“Malam itu tidur sendirian di Ndalem Njero hingga saat sahur. Sebuah kamar besar, yg terasa teduh, tenang dan amat nyaman. Kayunya amat tua hingga ada lapisan yg membuatnya jadi terkesan keabu-abuan. Dipan asli sdh tdk digunakan, potensi rapuh akibat usia yang amat panjang,” katanya.

“Tuntas sudah niat silaturahmi dengan dzuriyah Kyai Ageng Besari. Sebuah kehangatan silaturahmi yang luar biasa. Dan, pengalaman bermalam di kamar itu adalah pengalaman yang menyenangkan, yang extra-ordinary,” ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: