LUMAJANG, iNews.id - Wisata Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup sementara. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah serius untuk pemulihan ekosistem di kawasan konservasi tersebut.
Penutupan wisata Gunung Bromo berlaku mulai Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata dihentikan.
Kecelakaan di Pasuruan, Dosen Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan Bromo
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan penutupan ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan alam. Dia menilai kawasan wisata tidak bisa terus digunakan tanpa jeda.
"Tidak mungkin digunakan terus-menerus 24 jam, pasti harus ada jeda," ujarnya dikutip dari iNews Probolinggo, Selasa (7/4/2026).
Longsor Timpa Truk hingga Terseret ke Jurang di Jalur Bromo Pasuruan, 4 Luka-Luka
Rudijanta menegaskan, alam juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah terus menerus dimanfaatkan. Proses pemulihan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dia menjelaskan bahwa tanaman membutuhkan waktu untuk kembali menjalankan proses alami. Selain itu, kondisi pasir di kawasan Bromo juga perlu waktu untuk mengembalikan porositasnya.
Turis Thailand Kehilangan Koper saat Wisata di Gunung Bromo, 3 Pelaku Ditangkap
"Kalau setiap hari dilalui dan dieksploitasi, tentu tidak ada waktu untuk pulih," katanya.
Kebijakan penutupan ini bukan hal baru. Sebelumnya, langkah serupa pernah dilakukan bahkan dengan durasi yang lebih panjang.
Hujan Deras di Bromo, Banjir Lumpur Rendam Puluhan Rumah di Probolinggo
Namun, kebijakan tersebut sempat dihentikan saat jumlah kunjungan wisata menurun akibat pandemi Covid-19. Setelah kondisi kembali normal, lonjakan wisatawan membuat penutupan berkala kembali diterapkan.
Kecelakaan di Pelintasan Bojonegoro, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api Argo Bromo
"Setelah pandemi selesai, jumlah wisatawan kembali meningkat, sehingga penutupan berkala ini perlu kita terapkan kembali," ucapnya.
Selama masa penutupan, aktivitas wisata memang dihentikan sepenuhnya. Namun, kegiatan lain seperti konservasi, pemeliharaan, dan pembersihan kawasan tetap berjalan.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo agar tetap menjadi destinasi unggulan tanpa merusak ekosistem yang ada.
Editor: Donald Karouw