Warga Sukomulyo Gresik Demo PT KAS terkait Serapan Tenaga Kerja Lokal

Ashadi Iksan ยท Rabu, 09 September 2020 - 12:02 WIB
Warga Sukomulyo Gresik Demo PT KAS terkait Serapan Tenaga Kerja Lokal
Puluhan warga saat melakukan aksi penutupan jalan pintu keluar masuk PT KAS. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK, iNews.id - Ratusan warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur (Jatim) menggelar aksi demo di PT Karunia Alam Segar (KAS), Selasa (8/9/2020). Mereka meminta manajemen perusahaan melaksanakan kesepakatan 2014 tentang penyerapan tenaga kerja lokal.

Peserta aksi menutup akses pintu keluar masuk pabrik produksi makanan dan minuman (mamin) itu. Imbasnya, puluhan truk terpaksa terparkir di tepi jalan karena tidak bisa masuk.

“Kami menuntut kesepakatan pada tahun 2004 antara PT KAS dengan warga Sukomulyo diberlakukan,” kata salah satu peserta aksi, Suudi Wafa.

Dia mengatakan, dalam perjanjian tersebut, proses penyerapan tenaga kerja khusus warga Sukomulyo menjadi prioritas. Warga dipekerjakan tanpa mempertimbangkan ijazah dan usia.

Warga juga bekerja langsung lewat perusahaan dan tidak melalui outsourcing. Kemudian, setelah bekerja dan beberapa kali perpanjangan, bisa diangkat menjadi karyawan.

Namun faktanya, saat ini warga Sukomulyo diperlakukan sama dengan pencari kerja dari kabupaten lain di luar Gresik. "Sekarang sama, ya lewat outsourcing dan kalau tidak sesuai kriteria tidak bisa masuk," kata Suudi Wafa.

Dia menyebutkan, janji perusahaan hanya dipenuhi satu hingga tiga tahun saja. Selanjutnya, tidak ada tindak lanjut.

"Tuntutan kami menghidupkan lagi perjanjian tahun 2004 lalu yang memprioritaskan warga Sukomulyo, tidak ada outsourcing tapi menjadi karyawan tetap," katanya.

Pihaknya menegaskan, jika pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan warga, mereka akan bertahan melakukan aksi demonstrasi.

Jika ada peluang negosiasi dengan pihak perusahaan, warga akan menempuh jalur tersebut. Tapi, jika tuntutan warga tidak disetujui, maka aksi akan kembali dilakukan.

"Kalau belum ada solusi kami tetap bertahan. Tuntutan warga adalah harga mati," katanya.

Sementara itu, perwakilan pengelola PT KAS, Cendang Lesmono mengatakan, pihaknya ingin membuka pintu mediasi dengan mempersilakan perwakilan warga masuk ke perusahaan. Hanya saja warga menghendaki pengelola keluar menemui mereka.

"Saya rasa manajemen agak keberatan kalau harus keluar menemui warga yang demo. Kalau bersikukuh seperti ini, maka tidak akan ada titik temu," kata laki-laki yang menjabat sebagai Bagian Umum PT KAS tersebut.


Editor : Umaya Khusniah