get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

Wali Kota Malang Tak Wajibkan Sekolah Gelar PTM 100 Persen, Ini Alasannya 

Jumat, 07 Januari 2022 - 20:35:00 WIB
Wali Kota Malang Tak Wajibkan Sekolah Gelar PTM 100 Persen, Ini Alasannya 
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Avirista Midaada / okezone)

MALANG, iNews.id - Wali Kota Malang Sutiaji tidak mewajibkan sekolah untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Kelonggaran ini dibuat karena masih ada beberapa sekolah yang belum siap menggelar PTM. 

"Mana yang siap kita dahulukan. Kami pastikan bahwa kapan harus memulai, harus ada kepastian, saya cek semuanya," ucap Sutiaji, Jumat (7/1/2022).

Tetapi bila ada orang tua yang merasa keberatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, ia mempersilakan dengan alasan-alasan yang jelas. Mengingat kualitas menurun imbas pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

"Jadi alasannya harus jelas, kan yang sudah ada yang nanggung pemerintah pusat sudah nyampaikan, bahwa pemerintah sudah membolehkan tatap muka 100 persen ya harus kita lakukan itu," katanya.

"Makanya alasannya untuk apa, kita harus Bangun disiplin, karena efektivitas daring sama tatap muka masih (lebih baik) saat ini yang tatap muka," tuturnya. 

Sutiaji meyakinkan kepada masyarakat bahwa penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota Malang sudah aman. Mengingat capaian vaksinasi Covid-19 tenaga pendidik dan guru yang sudah di atas 80 persen, sesuai aturan yang diputuskan oleh empat menteri.

Tak hanya itu, angka tracing dan testing di Kota Malang juga diklaim terus membaik, sehingga ketika ada murid atau seseorang yang terpapar Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, hal itu bisa dilacak.

"Ketika ada yang terpapar maka tracing juga akan kita lakukan secara ketat. Itu artinya ketika ada pembelajaran tatap muka 100 persen pun masyarakat tidak usah was-was, saat ini yang lagi kita gencarkan vaksinasi di anak usia 6-11 tahun," katanya. 

Saat ini dikatakan Sutiaji, ada 30.000 an, dari target vaksinasi 70.000 anak-anak di usia 6-11 tahun di Kota Malang yang diklaim telah tervaksin Covid-19. 

"Dari jumlah 70.000 kita masih di angka kurang dari 50.000, sasaran untuk vaksinasi usia 6-11 tahun. Jadi angkanya masih di angka 30.000 an itu dua hari kemarin. Mudah-mudahan sekarang terus merangkak, harapan kami di pertengahan bulan Januari 2022 ini. Maksimal sudah terselesaikan," tuturnya.

Dia juga menegaskan bila dalam proses pembelajaran tatap muka ditemukan kasus positif Covid-19, maka akan dilihat dan dievaluasi kembali PTM 100 persen tersebut. "Itu kondisional, kalau kita lihat perkembangannya di kami bisa menekan, saat ini bahwa Indonesia termasuk berhasil 180 hari masih angkanya masih bisa terkendali, Malang termasuk juga bagus," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut