Wajah Pengusaha Otomotif Tersangka Penembakan Mobil Pucat dan Tertekan

Antara, Nursyafii ยท Sabtu, 17 Maret 2018 - 17:46 WIB
Wajah Pengusaha Otomotif Tersangka Penembakan Mobil Pucat dan Tertekan
Tersangka penembakan mobil milik pejabat Pemkot Surabaya saat jumpa pers dengan awak media. (Foto: iNews/Nursyafei)

SURABAYA, iNews.id – Untuk kali pertamanya, tersangka RM, pelaku penembakan mobil pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diperlihatkan kepada para awak media di Markas Komando (Mako) Polrestabes Surabaya, Sabtu (17/3/2018). Wajah pengusaha di bidang otomotif itu tampak pucat dan kelelahan setelah menjalani pemeriksaan sejak Rabu 14 Maret 2018. Tersangka mengenakan kemeja cokelat lengan panjang bermotif batik, yang disusun dengan pakaian tahanan Polresta Surabaya berwarna ungu.

Dalam beberapa kesempatan, tersangka tampak mencoba tenang dan berusaha untuk tersenyum ramah saat diwawancarai awak media. Tersangka menuturkan sangat menyesali perbuatannya yang telah merusak mobil dan menimbulkan trauma keluarga korbannya. “Saya khilaf dalam kondisi saat itu. Saya meminta maaf, semoga Pak Ery masih membukakan pintu maaf untuk saya,” katanya.

Selain penyesalan dan permintaan maaf, tersangka juga berjanji akan memperbaiki kendaraan milik korban dan membuatnya tampak seperti baru kembali. “Seluruh kerugian akan jadi tanggung jawab saya. Saya minta maaf. Mobil milik Pak Ery yang telah saya tembaki akan saya perbaiki sampai seperti baru lagi,” ucapnya.


Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, awal kasus itu bermula saat penertiban yang dilakukan Pemkot Surbaya terhadap sebagian bangunan milik tersangka yang difungsikan sebagai bengkel motor gede (moge) di Jalan Ketintang Surabaya. Bangunan milik tersangka dibongkar lantaran dinilai telah melewati batas garis sempadan jalan.

Atas dasar itu, RM meluapkan kekecewaannya dengan mencari dan menyatroni rumah Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya Ery Cahyadi, di Perumahan Puri Kencana Karah Surabaya. Ia kemudian melampiaskan kemarahannya dengan memberondongkan 11 tembakan ke arah mobil korban yang sedang diparkir di garasi rumahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Polisi langsung membekuk RM pada malam hari usai peritiwa penembakan tersebut, serta mengamankan senjata yang digunakannya sebagai barang bukti. “Kami sudah tetapkan (RM) sebagai tersangka. Motifnya, tersangka merasa sakit hati. Ia mengaku sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) di lokasi bengkelnya, namun bagian depan dibongkar petugas Satpol PP,” katanya.

Rudi memaparkan senjata yang digunakan RM adalah jenis "airgun" laras panjang merek "Bulmaster Hatsan", dengan peluru timah kaliber 4,5 milimeter, yang biasanya digunakan untuk berburu binatang.

"Senjata jenis ini tidak perlu perizinan bagi pemiliknya. Hanya saja tetap kami lakukan uji balistik di Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya karena kemungkinan cukup mematikan juga jika ditembakkan kepada manusia," kata Rudi.

Polisi menjerat tersangka RM dengan Pasal 406 juncto 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengrusakan dan perbuatan tidak menyenangkan. Untuk penembakannya, polisi menggunakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw