Viral, Ratusan Massa Bersenjata Tajam di Pamekasan Hadang Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19

Dedy Priyanto ยท Senin, 15 Juni 2020 - 07:08 WIB
Viral, Ratusan Massa Bersenjata Tajam di Pamekasan Hadang Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19
Rekaman ambulans pembawa jenazah Covid-19 dihadang massa di Pamekasan. (Foto: iNews/Dedy Priyanto)

PAMEKASAN, iNews.id - Ratusan warga menghadang mobil ambulans yang membawa jenazah pasien positif Covid-19 di Pamekasan, Jawa Timur (Jatim). Selain meminta jenazah tersebut, massa bahkan menyuruh empat petugas dalam ambulans melepaskan baju hazmat yang mereka pakai.

Penghadangan ambulans pembawa jenazah Covid-19 pada Kamis (11/6/2020), terekam warga. Video terebut akhirnya viral di media sosial.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat mengatakan, massa yang menghadang mobil ambulans membawa senjata tajam. Selain meminta jenazah untuk dimakamkan tanpa protokol Covid-19, massa menyuruh petugas melepas hazmat yang dipakai.

"Massa mengatakan wilayah mereka bebas Covid-19. Mereka bahkan tidak percaya dengan adanya virus tersebut. Jika petugas menolak perminataan mereka, massa mengancam akan membakar mobil ambulans," katanya, Minggu (14/6/2020) malam.

Syaiful mengatakan, saat itu ada empat petugas dari RS M Noer Pamekasa di dalam mobil ambulans. Mereka terdiri atas sopir, petugas keamanan dan dua tenaga medis. Mereka hendak memakamkan jenazah positif sesuai protokol Covid-19 di Kecamatan Waru, Pamekasan.

Namun di tengah jalan, ratusan massa menghadang ambulans. Petugas dalam medis juga menolak diminta melepaskan hazmat karena merupakan bagian dari protokol penanganan Covid-19.

Lantaran dinilai membahayakan petugas, akhirnya jenazah diserahkan sesuai permintaan massa. Keluarga jenazah yang saat itu juga ikut mengawal mobil ambulans sempat bernegosiasi dengan warga. Kesempatan tersebut digunakan petugas untuk melarikan diri.

Sebelumnya, jenazah tersebut dibawa ke Rumah Sakit M Noer sejak bulan lalu. Hasil swab test menunjukkan pasien positif Covid-19 namun meninggal dalam perawatan.


Editor : Umaya Khusniah