Viral, Petugas RSUD Kota Mojokerto Minta Biaya Pemakaman Pasien Covid-19 Rp3 Juta

Sholahudin ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 16:57 WIB
Viral, Petugas RSUD Kota Mojokerto Minta Biaya Pemakaman Pasien Covid-19 Rp3 Juta
Petugas RSUD Sudiro Husodo Kota Mojokerto saat meminta uang pemakaman korban Covid-19.(Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id - Video dugaan pungutan liar biaya pemakaman pasien corona (Covid-19) di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) viral di media sosial. Dalam video itu, petugas kamar jenazah meminta uang Rp3 juta untuk biaya pemakaman. Bila tidak dibayar, petugas mengancam tidak akan memakamkan korban.

Video tersebut juga memperlihatkan protes keluarga korban JSH (60), kepada petugas kamar jenazah. Dibantu relawan, keluarga JSH mengeluh atas biaya pemakaman yang mahal. Apalagi, tidak ada kwitansi atas biaya tersebut.

Sementara, petugas kamar jenazah berdalih, biaya tersebut untuk mengganti peti jenazah, plastik, biaya ambulan dan biaya pemakaman.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Mei lalu, satu jam setelah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona JSH meninggal dunia. Saat itu, jenazah sempat tertahan di rumah sakit. Namun, setelah membayar Rp3 juta, jenazah JSH langsung dimakamkan.

Direktur RSUD dr Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Sugeng Mulyadi, berdalih, terjadi salah paham antara petugas dengan keluarga pasien. Penyebabnya, petugas pemulasaran belum memahami surat edaran (SE) tentang tata laksana pembiayaan Covid-19 tertanggal 6 April 2020.

Dalam SE tersebut, semua biaya pasien baik PDP maupun positif Covid-19, termasuk pemulasaran jenazah, ditanggung oleh pemerintah. Namun, sosialisasi ke bawah terlambat, sehingga ada personel yang tidak tahu.

“Sebab, dulu memang ada MoU antara Kabupaten dengan Kota Mojokerto (tentang aturan biaya). Sebelum SE keluar, pasien luar Kota Mojokerto dikenakan biaya, termasuk pemakaman. Tetapi, masalah ini sudah selesai dan biaya tiga juta sudah dikembalikan kepada keluarga korban,” katanya.

Diketahui, pasien JSH sebelumnya dirawat di RS Hasanah, dengan gejala diabetes dan sesak nafas. Namun, setelah ada indikasi Covid-19, pasien dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.


Editor : Ihya Ulumuddin