Viral, Kisah Netizen Jadi Korban Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Mahasiswa Unair

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 18:42 WIB
Viral, Kisah Netizen Jadi Korban Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Mahasiswa Unair
Foto-foto saat korban diminta untuk dibungkus dengan jarik oleh pelaku. (Foto: Twitter)

JAKARTA, iNews.id – Netizen dihebohkan dengan thread atau tweet berantai di Twitter mengenai predator fetish kain jarik berkedok riset akademik dari mahasiswa PTN di Surabaya. Gara-gara thread ini pula, nama Gilang menjadi trending di media sosial Twitter di Indonesia.

Dari penelusuran iNews.id, kisah ini viral di media sosial berawal dari thread pemilik akun Twitter m_fikris. Dalam tweet bersambung sejak Rabu (29/7/2020), dia menceritakan pengalamannya menjadi korban pelecehan seksual. Sesuai judul thread-nya, pemilik akun ini mengaku menjadi korban predator fetish kain jarik berkedok riset akademik dari mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya.

Fetish adalah orang yang memiliki dorongan seksual berhubungan dengan benda mati. Dalam aksinya, pelaku bermodus meminta bantuan kepada sejumlah orang untuk membantunya dalam riset penelitian tugas akhir bertema bungkus-membungkus.

“Sumpah awalnya gw gak ngira si bisa kena pelecehan sexual kek gini. Gw kek bego banget gak tau mana riset mana hal-hal berbau fetish gini, rada shock juga si gw. Tp karena suatu pertimbangan (takut bertambahnya korban) gw jadi berani speak up,” cuit m_fikris memulai thread-nya.

Pemilik akun yang menjadi korban mengatakan, pelecehan seksual yang dia alami berawal saat dirinya menjadi mahasiswa baru di salah satu PTN di Surayaba pada 2019 lalu. Namun, dia berbeda PTN dengan pelaku. Keduanya berkomunikasi berawal dari saling follow di Instagram.

Mahasiswa yang mengaku bernama Gilang itu kemudian menghubungi korban lewat chat dan mengaku sebaagai mahasiswa Unair angkatan 2015. Dari obrolan itu, Gilang meminta bantuan untuk riset proyek tulisannya.

“Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WAku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu gw nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tau dsb.”

Korban sempat menolak karena merasa sedikit takut dengan penjelasan Gilang. Namun, Gilang berusaha membuatnya tertekan untuk membantu. Dia juga menjelaskan risetnya itu aman dan sudah dicoba ke banyak orang. Gilang juga beralasan dirinya sudah kuliah semester 10 sehingga membuatnya kasihan.


Editor : Maria Christina