Viral Cabup Sidoarjo Joget Tanpa Masker, Bawaslu: Melanggar karena Tak Berizin

Pramono Putra ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 09:50:00 WIB
Viral Cabup Sidoarjo Joget Tanpa Masker, Bawaslu: Melanggar karena Tak Berizin
Video potongan calon bupati Sidoarjo Bambang Haryo saat berjoget tanpa menggunakan masker. (Foto: istimewa)

SIDOARJO, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo belum merekomendasikan sanksi terhadap calon bupati berjoget tanpa protokol kesehatan yang videonya viral di media sosial. Meski demikian, mereka memastikan kegiatan tersebut melanggar ketentuan.

Berdasarkan hasil investigasi, kampanye salah satu paslon kepala daerah tersebut digelar tanpa izin polisi. Padahal, izin dan persetujuan tersebut menjadi syarat digelarnya acara.

“Yang jelas (kampanye paslon) itu sudah melanggar, kegiatan itu tidak berizin. Kami masih terus dalami,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Sidoarjo, M Rosul, Senin (12/10/2020).

Rosul mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan meminta klarifikasi petugas Panitia Pengawas Kecamatan (Panpascam). Setelah itu akan digelar pleno dengan memanggil para pihak untuk mengambil keputusan.

“Sanksinya bisa teguran. Tetapi, kalau ada unsur pidana dalam pelanggaran itu, akan kami serahkan kepada Gakkumdu (penegakan hukum terpadu). Bila ada pelanggaran Covid-19, Bawaslu akan merekomendasikan ke gugus tugas Covid-19 untuk melakukan penindakan,” katanya.

Diketahui, video calon bupati (cabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono menyanyi dan berjoget di tengah keramaian, viral di media sosial. Pada video tersebut terlihat calon nomor urut 1 tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan.

Bersama dengan beberapa penyanyi, Bambang Haryo Soekartono bergoyang tanpa menggunakan masker. Bahkan pada potongan video lainnya, politisi Partai Gerindra ini berjoget di tengah kerumunan, tanpa menjaga jarak.

Bambang Haryo maupun tim sukses belum memberikan klarifikasi atas video viral ini. Beberapa kali dihubungi, yang bersangkutan tidak memberi respons.

Editor : Ihya Ulumuddin