Viral Aksi Pencurian di Rest Area Tol Madiun Terekam CCTV, Terdengar 2 Kali Letusan

Arif Wahyudi Efendi ยท Sabtu, 21 Desember 2019 - 14:59 WIB
Viral Aksi Pencurian di Rest Area Tol Madiun Terekam CCTV, Terdengar 2 Kali Letusan
Rekaman pelaku saat mencuri tas milik penumpang di rest area KM 626 Tol Madiun. (Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

MADIUN, iNews.id – Aksi pencurian terjadi rest area Kilometer (KM) 626 Tol Madiun-Surabaya dan terekam CCTV. Rekaman kejadian ini pun viral di media sosial (medsos), di mana Pelaku sempat melepaskan dua kali tembakan saat dihadang warga.

Dalam tayangan video, tampak pelaku awalnya memarkirkan kendaraan di rest area yang masuk kawasan Desa Pajajaran, Kecamatan Sarandan, Madiun. Pelaku kemudian keluar dari mobil dan memantau situasi serta mencari targetnya.

Saat ada kesempatan, pelaku kemudian membuka pintu bagian depan mobil yang terparkir di samping kendaraan miliknya. Dia kemudian mengambil tas dan setelah itu bergegas masuk kembali ke dalam mobil miliknya.

BACA JUGA: Viral Pengendara Motor Lawan Arus Tabrak Pemotor Lain hingga Masuk Got di Pekanbaru

Dari dalam mobil tempat pelaku mengambil tas, keluar seorang perempuan yang mengejarnya. Ditengarai panik, pelaku memacu mobilnya hingga naik ke median jalan pembatas parkiran.

Korban berteriak meminta tolong hingga memancing warga di sekitar rest area yang berupaya menghadang mobil pelaku saat hendak keluar. Saat itulah terdengar dua kali bunyi letusan mirip tembakan senjata api.

Petugas pengamanan rest area KM 626 Tol Madiun, Yoga mengaku mendengar dua kali suara mirip letusan senjata. Peristiwa pencurian tersebut juga terekam CCTV.

“Pelaku mencuri tas dari dalam mobil yang parkir di sebelah kendaraannya. Dia kabur saat dikejar hingga menaiki pembatas jalan. Saat mau keluar dan coba dihadang warga lain terdengar suara letusan sebanyak dua kali,” kata Yoga, Sabtu (21/12/2019).

Kasus pencurian di rest area Tol Madiun tersebut kini dalam penanganan Polres Madiun. Polisi masih menyelidiki untuk mengejar pelaku yang terekam kamera saar melancarkan aksinya.


Editor : Donald Karouw