Video Viral Dugaan Bullying Siswi di Jombang karena Rebutan Cowok

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 19:30 WIB
Video Viral Dugaan Bullying Siswi di Jombang karena Rebutan Cowok
Kapolsek Kudu AKP Anang Nurwahyudi (kiri) dan Wakasek Bid Kesiswaan SMKN Kudu, Sido (kanan) memperlihatkan video dugaan bullying. (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.di - Video viral dugaan bullying sekelompok siswi di Jawa Timur. Diduga aksi ini dipicu karena berebut cowok.

Dalam video yang beredar, satu siswi berkaos merah diintimidasi ketiga temannya. Salah satu siswi diduga merekam adegan tersebut. Sementara kedua siswa lainnya tak ragu mencubit pipi dan memegang kepala korban.

"Sudah mbak, enggak usah main tangan," ujar siswi berbaju merah.

BACA JUGA: Viral, Pengakuan Dukun Ningsih Tinampi Bisa Panggil Malaikat dan Nabi

Dalam percakapannya, ketiga pelaku menuding korban merebut cowok dari salah seorang rekannya.

Video viral dugaan bullying siswi di Jombang
Video viral dugaan bullying siswi di Jombang

Polisi yang mendapat laporan tentang dugaan perundungan siswi ini langsung melakukan penelusuran ke sekolah salah satu pelaku yakni di SMKN Kudu, Kecamatan Jombang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN Kudu, Sido menjelaskan kejadian dugaan bullying siswi ini sudah ditangani pihak bimbingan konseling (BK).

BACA JUGA: Waspada Hujan Lahar dan Semburan Material Vulkanik Gunung Semeru

"Kasus ini sedang didalami oleh guru BK, jadi kami dalami," ujarnya.

Sementara untuk status siswi sedang dipertimbangkan. Karena orangtua terduga pelaku sudah menghadap kepala sekolah.

"Orangtuanya masih bolak-balik ke sekolah, ini nanti akan jadi keputusan terakhir. Nanti kepala sekolah yang akan menjelaskan," katanya.

Sido menegaskan, dalam video yang beredar lokasi perundungan bukan berada di sekolah, meskipun kedua siswi terlihat masih berseragam.

Sementara itu, Kapolsek Kudu AKP Anang Nurwahyudi menjelaskan, pihaknya memproses video dugaan bullying siswi ini agar tak terulang kembali.

"Untuk antisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi. Kita sedang koordinasi dengan pihak sekolah," ucapnya.


Editor : Nani Suherni