Usai Imunisasi Difteri, 44 Santri di Pamekasan Pingsan dan Kejang

Ihya Ulumuddin, Dedy Priyanto ยท Minggu, 11 Februari 2018 - 19:15:00 WIB
Usai Imunisasi Difteri, 44 Santri di Pamekasan Pingsan dan Kejang
Salah seorang mahasiswi di Jakarta saat mendapat imunisasi difteri. (Foto: DOK.SINDONews.com)

PAMEKASAN, iNews.id – Sedikitnya 44 santri Pondok Pesantren Al Falah, Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit, Minggu (12/2/2018).

Langkah ini diambil setelah para santri perempuan itu mengalami panas tinggi, pusing-pusing, mual, muntah hingga tak sadarkan diri. Salah seorang santri bahkan terpaksa dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Martodjito, Pamekasan. Hal ini karena yang bersangkutan mendadak lemas dan bergerak.

Sementara sebagian lain langsung diberi bantuan oksigen dan infus untuk pertolongan pertama. Banyaknya pasien yang ditujuk ini membuat petugas Puskesmas Kadur kawalahan. Sehingga beberapa di antara mereka terpaksa dirujuk ke RSUD. “Pasiennya banyak sekali. Petugas kami terbatas. Sehingga harus dirujuk. Apalagi, kondisinya banyak yang lemas,”kata salah seorang perawat.

Salah seorang pasien, Ajeng mengaku mual sejak sore kemarin. Kepalanya juga mendadak pusing dan berasa ingin muntah. “Saya tidak sendiri. Teman-teman saya juga begitu. Rasanya pusing dan mau muntah. Makanya di bawa ke sini,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, panas dan kejang ini terjadi sesaat setelah para santri disuntik faksin difteri. Namun pihak pesantren maupun rumah sakit belum bisa menjelaskan penyebab pasti kondisi itu. Kuat dugaan, para santri ini keracunan obat pascaimunisasi.

Pengurus Pesantren Al Falah, Hanifus Zayyad, menjelaskan, gejala santri yang keracunan mulai terasa sejak Sabtu (10/2/2018)  sore kemarin. Menjelang malam, sudah ada santri yang dibawa ke Puskesmas. “Santri yang mengalami keracunan sekarang semakin banyak. Hampir 60 orang,” kata Hanifus Zayyad.

Hanifus menjelaskan, imunisasi difteri dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan sebenarnya dijadwalkan Senin (12/2/2018) besok. Namun, pada Sabtu lalu, petugas medis sudah datang. “Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba penyuntikan dilaksanakan Sabtu kemarin,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Ismail Bey masih belum bisa dimintai keterangan terkait peristiwa ini. Ismail yang datang ke Puskesmas Kadur menghindari wartawan yang ingin meminta konfirmasi kejadian.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: