get app
inews
Aa Text
Read Next : Update Tragedi Ponpes Al Khoziny, BNPB: 26 Korban Meninggal Dunia, 38 Belum Ditemukan

Update Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, 37 Korban Meninggal Dunia Dievakuasi

Minggu, 05 Oktober 2025 - 08:30:00 WIB
Update Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, 37 Korban Meninggal Dunia Dievakuasi
Tim SAR mengevakuasi jenazah dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang tersebar di empat titik pencarian. (Foto: iNews)

SIDOARJO, iNews.idTim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, selama 24 jam penuh. Hingga Minggu (5/10/2025) pagi, petugas kembali menemukan 12 jenazah di sektor A3, tepatnya di area bangunan yang runtuh.

Dengan penemuan terbaru ini, jumlah total korban yang ditemukan hingga hari ketujuh mencapai 141 orang, terdiri atas 37 korban meninggal dunia, 104 korban selamat, serta satu potongan tubuh yang belum teridentifikasi. 

Tim SAR gabungan bersama relawan dan aparat setempat masih terus berupaya menuntaskan proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Proses pencarian dilakukan dengan membersihkan puing-puing bangunan di sekitar lokasi. Setelah evakuasi, seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 12 korban yang tertimbun reruntuhan bangunan musala ambruk. 

"Ke-12 jenazah dan satu bagian tubuh tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya, untuk diidentifikasi lebih lanjut," kata Abdul dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).

Lokasi seluruh temuan itu berada di sektor A4 dengan rincian; korban pertama dievakuasi pada pukul 14.35 WIB, disusul korban kedua pada pukul 16.15 WIB. Sementara itu, potongan tubuh berupa kaki kanan berhasil ditemukan pada pukul 17.33 WIB di lokasi yang sama.

Kemudian korban ketiga ditemukan pada pukul 21.17 WIB, selanjutnya korban ke empat dan kelima ditemukan secara bersamaan pada pukul 22.01 WIB. Adapun korban keenam ditemukan pada pukul 22.49 WIB, korban ketujuh pada pukul 23.02 WIB, korban kedelapan ditemukan pada pukul 23.04 WIB, kesembilan pada pukul 23.06 WIB, kesepuluh tubuh pada pukul 23.27 WIB dan kesebelas 23.30 WIB.

Abdul menambahkan tim SAR gabungan sampai detik ini masih berupaya menemukan bagian dari potongan tubuh tersebut termasuk jenazah lainnya yang berpotensi dapat ditemukan kembali. "Hasil penemuan kesebelas jenazah itu sekaligus menambah jumlah korban meninggal dunia sebanyak 25 orang," katanya. 

Sedangkan satu bagian tubuh yang tidak utuh itu belum dihitung sebagai penambahan jumlah korban meninggal dunia, sebagaimana menurut standar prosedur oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Pihak yang berwenang tersebut masih membutuhkan beberapa indikator lain untuk melengkapi identifikasi. 

Aam mengatakan, sesuai mandat hukum yang berlaku, penetapan identifikasi seluruh korban meninggal dunia harus melalui proses DVI agar dapat dipastikan secara sah, sekaligus menjaga martabat korban dan memberikan kepastian bagi keluarga. 

Proses ini juga penting untuk menghindari kesalahan administrasi maupun hukum, termasuk dalam penyerahan jenazah, pencatatan resmi, serta pemberian hak-hak keluarga seperti santunan atau bantuan pemerintah.

Hingga laporan saat ini per pukul 23.37 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi tercatat sebanyak 130 orang. Dari jumlah tersebut, 104 selamat, 95 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Sementara delapan orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit rujukan, termasuk RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Unair, RSU Dr. Soetomo dan RS Bhayangkara Surabaya. Satu orang tercatat tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut. 

"Sedangkan yang masih dalam pencarian diperkirakan mencapai 38 orang, sebagaimana menurut daftar absensi santri yang dirilis pihak ponpes Al Khoziny," ucapnya.

Sampai Sabtu (4/10) malam hingga Minggu (5/10) dini hari, tim satgas gabungan terus melakukan proses pembersihan puing sekaligus operasi SAR yang difokuskan di sisi utara, khususnya pada bagian bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama, untuk mempercepat penyelesaian operasi.

Selain berfokus dalam operasi SAR oleh satgas gabungan, penanganan darurat ini juga mencakup pendampingan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi keluarga korban, yang sejak hari pertama berada di sekitar lokasi kejadian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per hari ini telah mendirikan tenda pengungsi di RS Bhayangkara, Surabaya, demi memfasilitasi segala keperluan keluarga korban.

"Selain demi alasan kelayakan, keamanan dan kenyamanan bagi keluarga korban, tenda yang didirikan itu juga diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi jenazah korban hingga penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut