Update Covid-19 di Jatim Per 20 Maret: 15 Positif, 72 PDP dan 635 ODP

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 21 Maret 2020 - 08:57 WIB
Update Covid-19 di Jatim Per 20 Maret: 15 Positif, 72 PDP dan 635 ODP
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak ke pabrik masker dan hand sanitizer di Jombang, Rabu (18/3/2020). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

SURABAYA, iNews.id - Jumlah kasus positif virus korona atau Covid-19 di Jawa Timur terus bertambah. Data terbaru Pemprov Jatim, total positif covid-19 kini menjadi 15 orang per Jumat (20/3/2020) malam. Ada tambahan 6 penderita baru yang seluruhnya berasal dari Kota Surabaya. 

Tak hanya pasien positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) juga meningkat signifikan.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, total jumlah PDP hingga tadi malam mencapai 72 orang. Rinciannya, 32 orang dari Surabaya, Malang Raya 8 orang, Sidoarjo 5 orang dan sisanya tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jatim.

Sementara jumlah ODP naik menjadi 635 orang. Mayoritas dari Surabaya sebanyak 175 orang. Malang Raya 74 orang. Kota dan Kabupaten Blitar 87 orang, Jember 43 orang, Mojokerto 23 orang, Lumajang 20 orang. Sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim.

"Jadi untuk diketahui, jumlah pasien positif Covid-19, ODP dan PDP itu merupakan hasil tracing (pelacakan) dalam dua hari terakhir ini,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (20/3/2020), malam.

Khofifah mengungkapkan, untuk mengatasi dan mengantisipasi sebaran yang lebih luas, Pemprov Jatim melakukan upaya antisipasi. Misalnya, penyemprotan di tempat-tempat ibadah dengan cairan disinfektan, penyediaan hand sanitizer dan menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun serta air mengalir.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menambahkan, langkah antisipasi ini juga dengan membicarakannya kepada para pemuka agama untuk memberikan dukungan terkait penanganan yang dilakukan Pemprov Jatim. Dan membahasnya bersama para dokter, pimpinan BUMN di Jatim dalam upaya dukungan penambahan rumah sakit rujukan.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi dan pemuka agama Kristen, mengingat tiap hari Minggu ada ibadah. Kami juga minta agar ada dukungan untuk dilakukan antisipasi," kata Emil.


Editor : Donald Karouw