Turun 50 Persen, 4 Daerah di Jatim Berubah Menjadi Zona Kuning Covid-19

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 08 Juni 2020 - 14:21 WIB
Turun 50 Persen, 4 Daerah di Jatim Berubah Menjadi Zona Kuning Covid-19
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Empat daerah di Jawa Timur (Jatim) turun status menjadi zona kuning atau kategori risiko rendah Covid-19. Perubahan status ini terjadi karena angka positif virus corona maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) turun hingga 50 persen.

Keempat daerah tersebut antara lain Kabupaten Lumajang, Ngawi, Kota Blitar dan Madiun. Sebelumnya, keempat daerah ini berstatus zona merah virus corona.

“Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, alhamdulilah yang sudah masuk kategori risiko rendah ada empat,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (8/6/2020).

Khofifah mengatakan, selain penurunan 50 persen angka positif, PDP dan ODP, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menurun. Sehingga rumah sakit di empat daerah tersebut menjadi longgar.

“Pemetaan ini, juga berdasarkan 10 indikator dari Gugus Tugas Covid-29 Pusat dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” katanya.

Khofifah menyebutkan, sesuai 10 indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, risiko kenaikan kasus Covid-19 terbagi menjadi empat, di antaranya zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang), zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau (tidak terdampak).

Atas progres ini, Khofifah berharap wilayah lain bisa segera berstatus zona kuning, bahkan hijau. Saat ini, kata Khofifah, di Jatim, masih ada 18 wilayah kategori zona orange dan 16 wilayah masih berstatus zona merah.

“Mudah-mudahan ini terus membaik setelah kuning tidak ada ODP, tidak ada PDP maka akan menjadi zona hijau atau zona yang tidak terdampak,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Sementara itu, perkembangan tentang Covid-19 di Jatim per hari Minggu (7/6/2020), kasus corona masih mengalami peningkatan sebanyak 105 orang, sehingga total kasus positif Covid-19 di Jatim mencapai angka 5.940 orang. Dari jumlah itu, 3.876 di antaranya masih dalam perawatan.

Sedangkan angka kesembuhan di Jatim mencapai 1.499 orang atau setara dengan 25,24%. Sementara pasien meninggal bertambah 19 orang, sehingga total kasus kematian menjadi 502 orang atau setara dengan 8,45%.

Untuk jumlah PDP sebanyak 7.343 orang dan ODP sebanyak 25.516 orang. Kasus Orang Tanpa Gejala mencapai 20.489 orang.


Editor : Ihya Ulumuddin