Tunggu Ayah dan Paman Jaring Ikan, Anak TK di Sampang Tewas Tenggelam di Tambak

Okezone.com, Syaiful Islam ยท Jumat, 24 April 2020 - 15:33 WIB
Tunggu Ayah dan Paman Jaring Ikan, Anak TK di Sampang Tewas Tenggelam di Tambak
Ilustrasi tenggelam. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Seorang anak ditemukan tewas tenggelam di perairan tambak ikan di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim). Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun tak tertolong.

MA (6) sebelumnya diketahui ikut ayah dan paman ke area tambak untuk menjaring ikan, Kamis (23/4/2020) pagi. Korban yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak itu dibonceng menggunakan sepeda motor.

Paur Subbag Humas Polres Sampang, Aipda Yoyok YP mengatakan, mereka tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 08.25 WIB. Ayah dan paman korban turun untuk memasang jaring penangkap ikan, sementara korban duduk di tanggul tambak.

Pascamenaruh jaring ikan, keduanya kembali ke tanggul dan duduk bersama korban. Ayah dan paman korban kembali turun tambak pukul 09.00 WIB untuk mengambil jaring yang telah dipasang.

“Korban tetap duduk di tanggul sambil bernyanyi, namun selang beberapa menit, suara nyanyian menghilang,” katanya, Jumat (24/4/2020).

Paman lalu kembali ke tanggul untuk memastikan keberadaan keponakan namun tidak menemukannya. Bersama ayah korban, mereka mencari di sekitar tambak.

"Karena korban tidak ada, ayah dan paman mencari di perairan tambak. Ternyata, korban ditemukan tenggelam dalam kondisi tidak bernyawa," katanya.

Sementara Kapolsek Pangarengan, Ipda Darus Salam menyampaikan, korban sempat dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Saat itu anggota juga sempat datang ke TKP.

"Korban telah dibawa ke Puskesmas Pangarengan untuk dilakukan autopsi atau visum," katanya.

Sementara petugas medis dari Puskesmas Pangarengan, dr Luluk mengatakan, korban dibawa keluarga dalam kondisi sudah tak sadarkan diri. Korban dilakukan penanganan melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama 15 menit.

"Nadi korban tetap tidak terasa. Hasil pemeriksaan ini, pasien kami nyatakan meninggal dunia," katanya.

Begitu dinyatakan tidak bernyawa, jenazah bocah malang itu langsung dibawa keluarga untuk dikebumikan di rumah duka. Keluarga menerimanya sebagai musibah dan tidak perlu dilakukan penyelidikan dari polisi.


Editor : Umaya Khusniah