Tragis, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Hendak Daftar Umrah

Mukhtar Bagus ยท Rabu, 26 September 2018 - 20:04 WIB
Tragis, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Hendak Daftar Umrah
Polisi mengevakuasi jenazah korban yang tewas ditabrak kereta jurusan Yogyakarta-Surabaya di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id - Berhati-hatilah jika Anda melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Di Jombang, Jawa Timur (Jatim), seorang pengendara motor yang hendak mendaftar umrah tewas tertabrak kereta api karena nekat melintas meskipun sudah dilarang penjaga.

Korban bernama Muklisin (40), warga Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, langsung tewas setelah disambar Kereta Api Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya, Rabu sore (26/9/2018). Perlintasan di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, itu menjadi salah satu perlintasan tanpa palang pintu.

Korban tewas dengan kondisi mengenaskan karena tersambar dan sempat terseret kereta hingga sejauh 30 meter. Sementara sepeda motor yang dikendarai korban juga hancur.

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan maut itu bermula saat korban mengendarai sepeda motornya menuju ke sebuah biro umrah di Kecamatan Diwek. Korban berencana untuk mendaftar umrah.

Saat melintas di lokasi, para relawan penjaga perlintasan sebenarnya sudah menghentikan korban karena ada kereta api yang akan melintas. Namun, korban tetap menerobos lewat sehingga langsung tersambar kereta api yang melaju kencang dari Yogyakarta ke arah Surabaya.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan berbagai barang termasuk surat-surat kelengkapan milik korban yang akan dipakai daftar umrah. “Dia menyeberang aja, ya mungkin gugup dan buru-buru, akhirnya langsung ditabrak kereta yang melintas,” kata perangkat Desa Pucangsimo, Faiq.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang. Sementara bangkai sepeda motor korban tampak masih berserakan di sekitar rel kereta. Warga setempat yang penasaran ramai di lokasi.


Editor : Maria Christina