Tis-Tas, Jadi Program Andalan Khofifah-Emil di Sektor Pendidikan
BOJONEGORO, iNews.id – Pemerataan pendidikan menjadi perhatian serius Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Pasangan Khofifah Indar Parawansa ini berharap, pendidikan tidak hanya bisa dijangkau masyarakat luas secara gratis, tetapi juga harus berkualitas.
Keinginan ini disampaikan Emil mengingat program pendidikan gratis yang diberikan pemerintah belum berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Karena itu, Emil memandang perlu untuk menyelaraskan program pemerataan pendidikan dengan kualitas peserta didik yang dihasilkan.
Atas kegelisahan tersebut, lulusan doktor di kampus ternama di Jepang ini melansir program baru yang ia sebut dengan pendidikan gratis dan berkualitas yang disingkat dengan jargon “TisTas”.
“Jadi kita tidak hanya bicara bagaimana pendidikan menjadi terjangkau dengan sekolah gratis, tapi ada tuntutan lain yang jauh lebih besar yakni kwalitas pendidikan,” terang Emil saat berbagi pengalaman dan gagasan dengan para pengurus dan anak-anak muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bojonegoro, Jumat (2/3/2018).
Itu sebabnya, dalam ”TisTas” lanjut Emil, pihaknya terutama dalam domain pemerintah provinsi akan memastikan tercapainya target delapan standarisasi pendidikan secara lebih berkwalitas pula. Mulai
standarisasi kompetensi guru, manajemen pendidikan hingga sarana dan prasarana sekolah.
“Untuk Sekolah Kejuruan swasta (di Jawa Timur) saja misalnya , ada sekitar 40.000 tenaga pendidikan, apakah sudah dilakukan uji kompetensi, apa belum. Lalu ada sekitar 1.700 SMK swasta, apakah sudah
terakreditasi apa belum,” ujar Emil saat berada di Bojonegoro, Jumat (2/3/2018).
Kalaupun telah memiliki kompetensi dan akreditasi, lanjut Emil, pihaknya perlu memastikan apakah output pendidikan kejuruan yang ada misalnya benar-benar memenuhi standar kualitas yang selaras dengan dinamika dunia kerja mutakhir.
Bagi Emil, hal itu penting, sebab tren perubahan yang mengitari dunia pendidikan harus benar-benar dipahami dengan tepat agar tidak gagap dan tertinggal. ”Kita akan pastikan juga agar empat dimensi yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan bagi anak didiknya tercapai. Yakni penguasaan pengetahuan, sikap, karakter dan keterampilan. Yang terakhir ini biasa disebut dengan soft skill,” kata tokoh milenial tersebut.
Editor: Himas Puspito Putra