Tingkatkan Mutu, Pemprov Jatim Akan Terapkan Digitalisasi Pesantren

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 29 November 2019 - 17:45 WIB
Tingkatkan Mutu, Pemprov Jatim Akan Terapkan Digitalisasi Pesantren
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ahmad Tamim. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

TULUNGAGUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan melakukan program digitalisasi bagi Pondok Pesantren dan madrasah diniyah. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pesantren dan para santri.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ahmad Tamim mengatakan, untuk mewujudkan peraturan daerah (perda) pesantren kini sedang dibahas legislatif.

"Alhamdulillah, perda inisiasi PKB ini sudah diterima di badan legislasi DPRD Jatim, dan segera disusun,” kata Tamim di Kabupaten Tulungagung, Jatim, Jumat (29/11/2019).

Dalam perda tersebut, kata dia, seluruh kebutuhan pesantren akan diakomodasi, utamanya mengenai peningkatan literasi dan administrasi. Tujuannya agar lulusan pesantren lebih bisa berdaya saing.

BACA JUGA: Gus Yusuf Berharap UU Pesantren Bawa Kebaikan untuk Santri dan Guru Ngaji

Apalagi di era sekarang, mutu pesantren harus ditingkatkan mulai dari kualitas hingga masalah pendidikan. Dalam perda diatur kalau nantinya Pemprov Jatim akan memfasilitasi hal tersebut.

"Untuk membuat digitalisasi kitab ala pesantren," ujar dia.

Program digitalisasi lainnya, kata Tamim yakni mengenai administrasi. Tujuannya agar pondok pengelola pesantren juga mampu mengikuti perkembangan zaman.

BACA JUGA: Fraksi PKB DPRD Jateng Dorong Dibentuknya Perda Pesantren

"Di beberapa pesantren memang sudah mulai berbasis digitali, tetapi pesantren di desa belum. Pakai komputer saja masih bingung," katanya.

Lebih jauh, Perda Pesantren juga akan membuka jalan lebar bagi lulusan pesantren untuk bersaing dengan lulusan umum lainnya. Karena para santri memiliki kemampuan di bidang lainnya.

Prinsipnya, perda tersebut tidak mempersempit ruang gerak pesantren. Sebaliknya, justru akan membuka khazanah, sekaligus peluang bagi lulusan pesantren untuk lebih berdaya.

"Kami bersyukur, beberapa perguruan tinggi sudah mulai. Misalnya, lulusan pesantren yang hafal Alquran atau bisa baca kitab kuning dapat beasiswa. Nah, yang seperti ini harus diakomodasi. Nanti yang kurang kita tambah," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal