Pengamanan Natal

Tim Gegana Sisir Lima Gereja Sasaran Bom 2000 di Mojokerto

Ihya Ulumuddin, Tritus Julan · Jumat, 22 Desember 2017 - 17:22:00 WIB
Tim Gegana Sisir Lima Gereja Sasaran Bom 2000 di Mojokerto
Petugas dari Gegana Polda Jatim melakukan penyisiran di gereja di Kota Mojokerto yang sempat menjadi sasaran pengeboman tahun 2000 silam. (Foto: Koran Sindo/Tritus Julan)

MOJOKERTO, iNews.id – Lima gereja di Kota Mojokerto menjadi atensi khusus aparat kepolisian, jelang misa Natal 24 Desember mendatang. Jumat (22/12/2017), Tim Gegana Polda Jawa Timur (Jatim) menyisir seluruh gereja untuk memastikan tempat ibadah aman. Pengamanan ekstra ini dilakukan karena kelima gereja itu pernah menjadi sasaran bom teroris pada tahun 2000 silam.

Kelima gereja tersebut, yakni Gereja Allah Baik di Jalan HOS Cokroaminto, Gereja Katolik Santo Yosep dan Gereja Bethani di Jalan Pemuda, Gereja Eben Ezer di Jalan Kartini, dan GKI di Jalan Lawu. Teror bom di lima gereja ini juga memakan korban jiwa satu petugas dari Banser bernama Riyanto, yang sedang melakukan penjagaan di malam Natal.

Di Gereja Allah Baik, petugas menyisir setiap ruangan dengan alat metal detector. Tak hanya fokus di ruang utama peribadatan, penyisiran juga dilakukan di tempat-tempat tersembunyi. Halaman gereja tidak luput dari perhatian petugas untuk mengantisipasi adanya bahan peledak. Penyisiran dilakukan saat sejumlah jemaat sedang mempersiapkan ibadah Natal.

Aksi yang sama dilakukan petugas Gegana di Gereja Santo Yosef, Jalan Pemuda, Kota Mojokerto. Petugas menyisir setiap ruang gereja. Sejumlah hiasan Natal termasuk pohon Natal dan ornamen lain yang kemungkinan jadi tempat menyimpan benda berbahaya juga diperiksa. Di lima gereja yang disisir ini, tampak jemaat sudah mempersiapkan misa Natal. Meski begitu, jemaat merasa tak terganggu. Sebaliknya, mereka merasa tenang lantaran ada petugas yang memastikan keamanan saat beribadah nanti.

AKBP Puji Hendro Wibowo menegaskan, persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru sudah dia lakukan dengan menggelar apel bersama petugas yang bakal menjadi petugas pengamanan. Penyisiran gereja dari bahan peledak, kata Puji, dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat peristiwa bom gereja tahun 2000 silam. ”Karena ada sejarah seperti itu (bom gereja). Ini sekaligus menciptakan rasa aman bagi umat Kristiani yang akan merayakan Natal,” ujar Puji.

Setiap gereja, kata dia, akan dijaga petugas dari kepolisian dan petugas keamanan gabungan. Jemaat yang akan masuk gereja harus melalui proses pemeriksaan petugas sebagai langkah antisipasi dan untuk memberikan kenyamanan jemaat saat beribadah. ”Prosedurnya seperti itu. Kami tak ingin kecolongan. Lebih baik langkah antisipasi,” katanya.

Petugas tidak hanya mendatangi gereja yang memiliki sejarah bom gereja tahun 2000. Semua gereja di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota secara bergiliran juga akan diperiksa dan mendapat pengamanan. Dia ingin seluruh umat Kristiani tidak was-was menjalankan ibadah perayaan Natal di gereja. ”Ada 800 personel lebih yang akan kami siagakan nanti,” pungkasnya.

Salah satu jemaah di Gereja Santo Yosef, Totok mengaku, hingga kini masih ada trauma jemaat saat merayakan Natal di gereja. Terutama gereja-gereja yang sempat menjadi sasaran pemboman tahun 2000 lalu. Terlebih, mereka yang sempat menyaksikan bagaimana bom di gereja masing-masing meledak secara bergiliran. ”Tentu saja masih ada trauma,” ujar Totok.

Namun, sejak ada penyisiran rutin setiap menjelang Natal, jemaat merasa aman. Pihak gereja maupun jemaat menyambut baik langkah petugas yang melakukan penyisiran maupun penjagaan di gereja saat misa Natal. ”Tenang saja kalau sudah disisir begini. Apalagi kalau Misa Natal nanti ada banyak petugas yang melakukan penjagaan,” ujarnya.

Editor : Maria Christina