Tes CPNS Surabaya Digelar 9-13 Februari, Ini Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Peserta

Ihya Ulumuddin, Antara ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 20:00 WIB
Tes CPNS Surabaya Digelar 9-13 Februari, Ini Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Peserta
Ilustrasi. Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). (Foto: Antara)

SURABAYA, iNews.idPemkot Surabaya akan menggelar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 pada 9-13 Februari 2020 nanti. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan sistem Computer Asissted Test (CAT) itu digelar Gelanggang Remaja Surabaya, Jalan Bogen 1/53 Q Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, jadwal tes SKD diumumkan melalui Surat Edaran Nomor 810/841/436.8.3/2020 tentang Jadwal Pelaksanaan SKD Penerimaan PNS Pemkot Surabaya tahun 2019.

Dalam surat edaran itu, terdapat 13 poin pengumuman penting. Poin pertama berbunyi, pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti tahapan SKD.

“Kemudian bagi pelamar P1/TL yang menyatakan tidak mengikuti SKD, maka tidak wajib untuk mengikuti ujian,” kata Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Sabtu (25/1/2020).

 

BACA JUGA: Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka, Ini Rincian 1.817 Formasi yang Dibutuhkan Pemprov Jatim

 

Febri mengatakan pada poin kedua, pelamar yang dinyatakan lulus dapat langsung mencetak kartu tanda peserta ujian melalui laman yang sudah disediakan di http://www.sscn.bkn.go.id. Setelah masuk ke laman itu, pelamar login menggunakan user name yang sama pada saat pendaftaran.

“Daftar nama (pelamar yang lulus seleksi administrasi dan pelamar P1/TL) dan Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dapat dilihat langsung di laman resmi Pemkot Surabaya, yaitu di https://www.surabaya.go.id,” kata Febri.

Adapun yang paling penting juga untuk diperhatikan, peserta wajib hadir di tempat pelaksanaan ujian minimal 60 menit sebelum ujian dimulai. Hal itu diwajibkan untuk pengesahan kartu tanda peserta ujian dan pemberian PIN registrasi. Bagi peserta yang hadir tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan, tidak diizinkan mengikuti SKD dan dinyatakan tidak lulus.

“Khusus bagi peserta penyandang disabilitas, kami minta untuk melaporkan kepada panitia seleksi tes supaya bisa difasilitasi oleh pelaksana tes,” kata Febriadhitya Prajatara.

Dia menjelaskan, apabila ditemukan pelamar yang menggunakan orang pengganti atau joki dalam mengerjakan soal ujian, maka dinyatakan tidak lulus dan akan diproses secara hukum. “Jadi, jangan coba-coba menggunakan joki, karena pasti diketahui,” katanya.


Editor : Maria Christina