Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Ikan Tongkol di Jember pada Tahun Baru 2020

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 19:00 WIB
Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Ikan Tongkol di Jember pada Tahun Baru 2020
Ilustrasi Keracunan. (Foto: Istimewa)

JEMBER, iNews.id – Hasil tes laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada ikan tongkol yang menyebabkan keracunan massal di Jember, Jawa Timur (Jatim), saat tahun baru 2020 lalu sudah keluar. Ikan tersebut memiliki kandungan histamin melebihi standar.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Dyah Kusworini. Dari tujuh sampel yang diambil di rumah korban keracunan, semua menunjukkan kandungan histamin yang tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

“Syarat untuk aman dikonsumsi, yakni 100 ppm, sementara kandungan histamin tertinggi berasal dari Puskesmas Tanggul, yakni 190,65 ppm. Itu dari ikan tongkol matang," katanya, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, tingginya kandungan histamin terjadi karena kesalahan dalam proses, mulai dari penyiapan hingga penyajian ikan tongkol sebagai makanan. Hal ini berpotensi menyebabkan keracunan.

BACA JUGA: Korban Keracunan Ikan Tongkol di Jember Capai 250 Orang

"Korban keracunan itu membeli ikan saat siang hari dan dibungkus tas kresek. Setelahnya, masih dibawa jalan-jalan tanpa menggunakan kemasan yang tepat hingga tiba di rumah pada sore hari," katanya.

Pada saat momentum pergantian tahun baru 2020, masyarakat mengolahnya pada malam hari jelang malam tahun baru, sehingga kandungan histaminnya tinggi.

"Ikannya memang ditaruh di freezer, tetapi sebelumnya sudah dibawa lebih dari tiga jam dengan hanya tas kresek saja," katanya.

Dyah menjelaskan, ikan yang tanpa sisik, seperti ikan tongkol memiliki daya tahan paparan suhu standar sekitar tiga jam. Kandungan histamin ikan tongkol meningkat ketika lebih dari tiga jam.

BACA JUGA: 240 Warga di Jember Keracunan Ikan Tongkol saat Rayakan Tahun Baru

Hasil laboratorium ini mematahkan dugaan keracunan yang disebabkan formalin atau pengawet, seperti yang disangkakan sebelumnya.


Editor : Umaya Khusniah