Terobos Penjagaan, Pemuda dengan Gangguan Jiwa Teror Mapolres Jember dengan Parang

Bambang Sugiarto ยท Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:25 WIB
Terobos Penjagaan, Pemuda dengan Gangguan Jiwa Teror Mapolres Jember dengan Parang
Ilustrasi teror. (Foto: Istimewa)

JEMBER, iNews.id - Seorang pemuda di Jember tiba-tiba masuk halaman Polres Jember dan mengamuk. Pria 34 tahun tersebut mengacungkan parang kepada anggota polisi dan marah-marah. 

Aksi tak terduga ini sontak membuat anggota polisi kaget dan was was. Tak ingin terjadi sesuatu, sejumlah anggota polisi bersiaga dan mengeluarkan senjata api (senpi). Namun, belum sempat senpi digunakan, pemuda tersebut berhasil diamankan dengan menggunakan bambu. 

Aksi teror ini sempat terekam kamera video dan viral di media sosial. Dalam rekaman itu, pemuda tersebut meniki motor dan menerobos petugas penjagaan. 

Begitu sampai di halaman Mapolres Jember, pemuda tersebutu mengeluarkan parang dari dalam jok dan mengacungkannya kepada anggota polisi. Tak hanya itu, dia juga berteriak dan marah-marah.   

Hasil penyelidikan polisi, pemuda tersebut berinisial CAP (34), warga Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. CAP diketahui mengalami gangguan jiwa. Karena itu, yang bersangkutan langsung diserahkan ke pihak keluarga.  

Namun, oleh pihak keluarga, CAP dibawa ke Dinas Sosial untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Malang. Sebab, mereka khawatir, pemuda tersebut kembali mengamuk dan membahayakan orang lain. 

"Ya dia mengalami gangguan jiwa. Tiba-tiba masuk ke halaman Mapolres Jember tanpa melapor ke petugas jaga. Dia juga marah-marah dan mengacungkan parang," kata Wakapolres Jember, Kompol Wyndi Syafutra, Sabtu (15/8/2020). 

Wyndi mengatakan, sebagaimana aturan yang berlaku, setiap pengunjung Mapolres Jember diharuskan memarkirkan kendaraannya di luar halaman. Selain itu, pengunjung juga harus melapor kepada petugas jaga.

"Tetapi, pelaku ini tidak. Dia naik motor langsung masuk ke halaman Mapolres. Lalu mengeluarkan parang dari jok motornya. Dia juga tidak bisa diajak berkomunikasi. Marah-marah begitu. Tapi kemudian bisa diamankan oleh anggota," ujarnya.

Diketahui, beberapa jam sebelum meneror Mapolres Jember, CAP sempat melakukan pemalakan di kantor BRI Unit Rambipuji. Atas aksi itu, petugas keamanan BRI  melapor ke Mapolsek Rambipuji untuk meminta pengamanan.  Namun, begitu anggota polsek tiba, CAP sudah tidak ada di tempat. 


Editor : Ihya Ulumuddin