Terinspirasi Kelas Partai, Calon Walkot Surabaya Eri Ingin Program Serupa untuk Birokrat

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 14 September 2020 - 08:01 WIB
Terinspirasi Kelas Partai, Calon Walkot Surabaya Eri Ingin Program Serupa untuk Birokrat
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan wakilnya, Armuji mengikuti sekolah partai untuk para calon kepala daerah yang digelar DPP PDI Perjuangan. Eri terinspirasi ingin membuat program yang serupa namun untuk para birokrat.

Sekolah partai digelar mulai Minggu (13/9/2020) hingga Selasa (15/9/2020) secara daring. Keduanya mengikuti sekolah partai dari rumah mereka masing.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Eri telah bersiap di depan laptopnya. Eri memulai sekolah partai dengan mengikuti pre-test dengan menjawab berbagai pertanyaan terkait Pancasila dan kerja-kerja kerakyatan.

”Saya sangat antusias dan senang DPP PDI Perjuangan menggelar sekolah partai sebagai panduan untuk menyiapkan kepala daerah yang kompeten, punya kapasitas teknokratik, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berjiwa kerakyatan dengan kekukuhan dalam menjalankan ideologi Pancasila,” ujar Eri.

Dia menambahkan, dalam sekolah partai, ada berbagai best practices kebijakan prorakyat dan tata kelola pemerintahan modern berbasis digital. Hal tersebut bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam pembangunan saat calon kepala daerah terpilih dalam pilkada.

“Sehingga terjadi saling berbagi inovasi dan pengetahuan yang produktif dan dinamis,” katanya.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga menyebut, sekolah partai PDIP merupakan bagian dari knowledge management (manajemen pengetahuan) khas institusi-institusi modern. Sekolah partai merupakan proses sistematis untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat, yang kemudian ditransmisikan ke seluruh calon kepala daerah, sehingga bisa mendorong kemajuan daerah.

”Dalam kearifan lokal kita, ada konsep laku telu yang disampaikan Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Bagaimana menjadi role model atau tulodo, menumbuhkan kreativitas dan inovasi atau mangun karso, dan menciptakan calon-calon inovator baru, leaders create leaders, tut wuri handayani. Luar biasa sekolah partai ini,” katanya.

Dia yakin, proses dialektika tersebut merupakan semangat outward looking dan Surabaya akan dapat bertambah maju dan sejahtera dengan proses belajar dan pembudayaan inovasi.

Ke depan, Eri ingin menginisiasi sebuah program sekolah serupa namun untuk kalangan birokrat. Misalnya di tingkat puskesmas, ada sekolah kepala yang bisa melibatkan praktisi kesehatan internasional.

”Dari sana kemudian ada pembudayaan inovasi. Puskesmas berlomba dalam inovasi dan ujungnya yakni peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat Surabaya,” ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah