Terduga Maling Tewas saat Ditangkap, Keluarga dan Warga Datangi Mapolsek Tongas Probolinggo

Hana Purwadi · Rabu, 15 Juli 2020 - 09:03 WIB
Terduga Maling Tewas saat Ditangkap, Keluarga dan Warga Datangi Mapolsek Tongas Probolinggo
Puluhan warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Probolinggo mendatangi mapolsek setempat, Rabu (15/7/2020) dini hari. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Puluhan warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) mendatangi mapolsek setempat, Rabu (15/7/2020) dini hari. Kedatangan mereka ingin menanyakan kejelasan kematian korban terduga maling bernama AR (27) warga Desa Curah Tulis setelah ditangkap polisi.

Keluarga dan warga menduga kematian korban akibat dianiya polisi saat dilakukan penangkapan. Mereka meminta penjelasan aparat kepolisian dan berharap kasus ini diusut tuntas.

Salah satu anggota keluarga, Ali Usman mengatakan, saat itu korban yang sedang bekerja, tiba-tiba ditangkap dan kemudian dikabarkan meninggal. Dia juga yakin jika kakaknya bukan seorang pencuri.

“Ditangkap utuh, kembali ya harus utuh. Kami akan tuntut, kami tidak terima,” katanya.

Ali mengatakan, keluarga tidak mengetahui alasan penangkapan korban. Tiba-tiba polisi menangkap korban tanpa adanya surat-surat.

“Tiba-tiba korban dibawa, tidak tahu kemana. Kami dapat laporan bukan dari polisi tapi teman kerja korban,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Ambaryadi Wijaya berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan termasuk penyebab kematian korban.

“Kami sudah bertemu keluarga dan saya berkomitmen akan melakukan penyelidikan yang menyeluruh. Sehingga akan diketahui kejadian yang sebenarnya,” katanya.

Kejadian ini bermula korban diduga merupakan pelaku pencurian hewan. Setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan, korban kejang-kejang. Saat dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia.

Kerumunan massa akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari kapolres.


Editor : Umaya Khusniah